Iran Lebih Cerdas Tanggapi Sikap Israel

  • Whatsapp
Foto: Istimewa. Kekuatan Iran Di Timur Tengah Menarik Simpati Banyak Negara Lain

Jakarta, beritalimacom| Meletusnya “perang terbatas” Iran versus Israel belakangan ini, menjadi hal menarik untuk dicermati. Bagi Hendrajit, pengkaji geopolitik, Global Future Institute di Jakarta mengatakan, ini sebenarnya Iran lebih cerdas dalam membaca momentum yang menguntungkan.

Mengapa? “Makna strategis serangan Iran sejatinya merupakan psy war sebagai penanda bahwa sudah saatnya kekuatan kekuatan global lama dari Barat mengubah aturan main lama dengan aturan main baru. Termasuk terkait penyelesaian konflik Arab-Israel di Palestina,” jelas Hendrajit.

Bacaan Lainnya

Sementara mantan Duta Besar RI untuk Iran periode 2012-216 Dian Wirengjurit menyebut, saling mengancam antara Iran dan Israel sudah ada sejak 1979, terutama semenjak Iran dipimpin oleh Ayatullah Khomeini yang sangat anti Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.

“Iran tidak pernah menyerang dulu. Kalau diserang akan membalas. Negara seperti Iran dan Israel selalu butuh/ menciptakan musuh bersama, antara lain untuk menyatukan rakyat,” jelas Dian yang sudah menjadi diplomat senior lebih dari 35 tahun.

Aksi militer Iran kepada Israel baru-baru ini, merupakan balasan ketika kantor konsulatnya di Suriah di serang pada awal April. Iran secara terbuka kepada masyarakat dunia mengatakan segera membalas serangan Israel. Pembalasan Iran dikemukakan Pemimpin Spritual Ali Khameini sesuai dengan Pasal 51 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal pembelaan sebuah negara berdaulat karena diserang negara lain.

Konstelasi politik di Timur Tengah dengan memanasnya konflik Iran versus Israel menjadi berubah. Kekuatas Barat yang dipelopori AS tampak mulai terganggu. Keberanian Iran berhadapan dengan Israel secara terbuka membuka simpati banyak negara lain. Rusia pun segera mengirim kekuatan Angkatan Lautnya ke Timur Tengah.

Jurnalis: Abriyanto

beritalima.com

Pos terkait