Jaga Daya Beli Masyarakat, Fraksi Demokrat Minta Jokowi Tetap Beri Stimulus

  • Whatsapp

JAKARTA, Beritalima.com– Politisi muda Partai Demokrat, Irwan Fecho meminta Pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan stimulus perekonomian untuk menjaga daya beli masyarakat akibat dari dampak pandemi virus Corona yang melanda hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Caranya, jelas wakil rakyat dari Dapil Kalimantan Timur itu, mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar tetap berkarya dan membuka lapangan kerja demi menekan jumlah pengangguran serta kemiskinan di tanah air.

Hal itu disampaikan anggota Komisi V DPR RI ini ketika membacakan pandangan Fraksi atas keterangan pemerintah terhadap Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2022 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara II Komplek Parlemen Senayan, Jakarta pekan ini.

Fraksi Demokrat meminta Pemerintah senantiasa mengambil kebijakan yang pro-growth (pro-pertumbuhan), pro- poor (pro-kemiskinan), pro-enviaronment (pro-lingkungan), dan pro-job (pro penciptaan lapangan kerja). “Kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan rakyat adalah yang utama,” kata Irwan.

Pada kesempatan itu, Irwan menyebutkan Fraksi Partai Demokrat DPR RI meminta Pemerintah realistis dalam menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2022. “Dengan mempertimbangkan capaian target pertumbuhan 2021 yang pada kuartal I masih mengalami kontraksi, minus 0,74 persen,” papar Irwan.

Tidak hanya itu, sambung Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat 2020-2024 ini, fraksinya juga meminta Pemerintah mencermati fenomena inflasi rendah di tengah resesi ekonomi saat ini.

”Melihat proyeksi inflasi pemerintah tahun depan 2,0-4,0 persen, perlu kordinasi yang baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dengan Bank Indonesia (BI) agar stabilitas tingkat harga dapat terus terjaga,” ucap dia.

Terkait dengan nilai tukar rupiah yang diproyeksikan Pemerintah di tahun depan berada pada kisaran Rp13.900-Rp15.000 per dolar AS, Fraksi Partai Demokrat berpandang, angka itu realistis di tengah proses pemulihan ekonomi di seluruh dunia. (akhir)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait