Jaksa Tanjung Perak Masuk Pesantren, Tingkatkan Kesadaran Hukum

  • Whatsapp

SURABAYA – beritalima.com, Puluhan Santri Pondok Pesantren Pondok Pesantren Darul Rahman Jalan Bulak Jaya IX/27 Surabaya, mendapatkan materi tentang hukum oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak. Dalam program Jaksa Masuk Pesantren, narasumber memberikan materi hukum tentang bahaya tentang narkoba dan kenakalan Remaja memperkenalkan tugas fungsi dari lembaga Kejaksaan. Selasa (5/4/2023).

Program Jaksa Pesantren merupakan kelanjutan dari Jaksa Masuk Sekolah. Program ini adalah program Kejaksaan Agung RI dan jajaran Korps Adhyaksa di seluruh wilayah Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum kepada warga negara, khususnya masyarakat yang statusnya sebagai pelajar maupun santri.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Aji Kalbu Pribadi SH,MH , Kasi Intel Jimmy, Wartawan Hukum (Wankum) serta perwakilan dari Pelindo dan BNI .

Kejari Tanjung Perak Aji Kalbu Pribadi dalam pidatonya mengungkapkan kalau Kejari Tanjung Perak sebagai institusi mengupayakan inovasi dan komitemen Kejaksaan RI dalam meningkatkan kesadaran hukum kepada warga negara. Khususnya masyarakat yang statusnya sebagai pelajar.

Menurutnya, kejaksaan yang merupakan lembaga pemerintah yang menjalankan kekuasaan di bidang penegakan hukum turut mempunyai tanggung jawab moril.

“Pelajar merupakan gerbong utama dari suatu generasi muda yang mempunyai posisi dan peran strategis dalam pembangunan. Mereka akan menentukan arah dan tujuan suatu negara di masa yang akan datang,” urainya. Agar generasi muda, sejak dini tidak terjerat dalam bahaya narkoba ataupun kenakalan remaja,” ungkapnya.

Sementara Kasi Intel Kejari Tanjung Perak Jemmy Sandra mengatakan kalau progam bersama Jaksa dan Wankum Surabaya peduli pendidikan, bertema ‘Jaksa Masuk Pesantren’.

“Hari ini kita melaksanakan program jaksa dan Wankum peduli pendidikan yang dikemas jaksa masuk sekolah. Kita juga bekerjasama dengan Pelindo dan BNI. Bukan hanya memberikan pengetahuan hukum, tapi kita juga memberikan bantuan sosial kepada anak-anak pesantren,” kata Jemmy, saat ditemui disela-sela kegiatan.

Menurutnya, bulan ramadhan ini adalah waktu yang tepat berkunjung di pendidikan Ponpes.

“Bulan berkah ini, semoga sekecil apapun yang diberikan pada anak-anak pesantren bisa bermanfaat. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berlanjut di tempat lain. Kita mencari pendidikan-pendidikan yang belum terjangkau oleh pemerintah kota,” sambungnya.

Sementara, Ketua Wankum Surabaya Nyucik Asih melalui Amri selaku koordinator kegiatan menyebut kegiatan ini bukanlah hanya saat ini saja, melainkan continue atau berlanjut.

“Kami dari kelompok kerja wartawan hukum (Wankum) Surabaya bersama Kejari Tanjung Perak akan terus bergerak secara continue ditempat pendidikan lainnya, untuk memberikan pendidikan atau sosialisasi hukum sejak dini ditingkat SD dan SMP,” sebut Amri.

Sedangkan Wahyu mewakili Pelindo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memastika sangat support kegiatan yang di agendakan secara berkelanjutan oleh Kejari Tanjung Perak dan Wankum Surabaya.

“Kita sangat support dengan acara seperti ini. Acara yang berkelanjutan tidak menutup kemungkinan untuk sekolah lainnya, dalam agenda Kejari Tanjung Perak, kami siap support,” tandasnya.

Menyikapi program Jaksa masuk pesantren, pimpinan Ponpes Darul Rahman, Kyai Hj Saiful Alam melalui Moch Mubarok mengucapkan rasa terimakasih atas partisipasi yang diberikan oleh pihak Kejari Tanjung Perak, berupa bahan sembako, 1 unit sound sistem atau spiker dan lain-lain.

Menurutnya, semoga pemberian tali asih dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya ini bermanfaat.

“Terimakasih banyak atas semua partisipasi dan motivasinya kepada lembaga kami. Alhamdulillah, P
pemberian tali asih dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, malam ini langsung di gunakan Tadarrus oleh santriwati. Insyaallah akan bermanfaat ila Yaumil qiyamah,” ucapnya. (Han)

beritalima.com

Pos terkait