Jelang Lebaran, Harga Sembako di Kupang masih stabil

oleh -94 views

KUPANG, NTT (beritalima.com) – Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, Tigor Sinaga bersama Walikota Kupang, Jonas Salean, Kamis (30/6) pagi memantau perkembangan harga kebutuhan bahan pokok di pasar Kasih Naikoten I, Kota Kupang.

Berdasarkan hasil pantauan tersebut, H-5 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah, harga sejumlah komoditis di pasar Kasih Naikoten l Kota Kupang masih relatif stabil. Namun demikian ada beberapa jenis komoditi seperti cabai kriting mengalami kenaikan harga Rp 20.000 per kilo gram, yakni dari harga sebelumnya Rp 30.000 per kilo gram menjadi Rp 50.000 per kilo gram.

www.beritalima.com

Demikain pula daging sapi, juga mengalami kenaikan Rp 10.000 per kilo gram. Dimana pada pekan lalu harga daging sapi 80.000 per kilo gram menjadi Rp 90.000 per kilo gram. Sedangkan komoditas lainnya yaitu ayam, telur, dan ikan masih relatif stabil.

Walikota Kupang, Jonas Salean saat memantau harga Sembako di Pasar Kasih Naikoten I kepada kepada wartawan mengatakan, untuk sementara hingga H-5 menjelang Hari Raya Lebaran berbagai komoditas di pasar masih relatif stabil.

Ia mengakui bahwa inflasi terjadi kepada angkutan udara. “ Walaupun sudah banyak maskapai penerbangan tapi masyarakat masih cukup banyak yang menggunakan Airlines – Airlines maskapai yang ada, sehingga harga atas dan harga bawa ini kadang – kadang mereka taksir di harga paling atas. Tapi Bapak Gubernur NTT sudah lakukan pendekatan dengan pengelola managemen maskapai di kota ini, agar supaya waktu – waktu ini jangan sampai batas atas sehingga menyumbang inflasi di kota ini”, kata Jonas.

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Ditanya ketersediaan stok pangan di Kota Kupang menjelang Hari raya Idul Fitri, Jonas mengatakan khususnya pangan (beras) pemerintah kerjasama dengan Bulog. Tak hanya beras yang dikelola oleh Bulog, sekarang beberapa komoditas lainnya seperti lombok, bawang dan daging juga diberikan kewenangan untuk mengelola sehingga bisa mengantisipasi harga di pasar.

“ Jadi kalau ada kenaikan harga, karena jumlah permintaan tinggi, stok barang barang pasti harga naik. Oleh karena itu, intervensi pemerintah agar supaya terpenuhi dan harga stabil, atau naik tapi tidak seperti beberapa waktu tahun sebelumnya”, Jonas menambahkan.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Perwakilan BI NTT, Tigor Sinaga. Menurut Sinaga, semua harga – harga komoditas masih relatif stabil. Walaupun ada kenaikan tapi tidak seperti yang signifikan. “ Sesuai dengan pemantauan kita yang kita perkirakan inflasi sebetulnya kalau tanpa angkutan udara dibawa sekitar 0,5 persen. Namun yang kita kwatirkan adalah tarif angkutan udara sebagaimana kita ketahui bawah kemungkinan tarif angkutan udara mulai naik”, kata Sinaga. (Ang) www.beritalima.com

www.beritalima.com