Jelang Pemilu, Pemilih Pemula Dikumpulkan Bakesbangpol Jombang Agar Menjaga Perbedaan

  • Whatsapp

Jombang | beritalima.com – Kelompok pemilih pemula jelang Pemilu yang tergabung dalam beberapa organisasi IPPNU, Kader Inti Pemuda Anti Narkoba, Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Jombang mengumpulkan di Ruang Soeroadiningrat, Gedung Pemkab Jombang, Selasa (19/12/2023).

Hal itu juga disampaikan Drs. Anwar, M.KP., Kepala Bakesbangpol bahwa pertemuan itu jelang Pemilihan Umum baik Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Hal lain disampaikan juga oleh Pj. Bupati Jombang, Sugiat, S.Sos., M.Psi.T memperkenalkan diri kepada pemilih pemula bahwa dirinya putra asli daerah asal Desa Japanan, Kecamatan Gudo. Tahun 1988 meninggalkan Jombang, merantau ke Jakarta dan diterima di Badan Intelejen Negara (BIN) hingga memiliki jabatan bergengsi sebagai Kabinda Sulbar di Mamuju.

Dari Kabinda menjadi Pj. bagi Sugiat tidak masalah hanya menjabat satu tahun karena tujuannya satu yaitu hanya ingin pulang kampung dibanding menjadi Bupati pilihan rakyat dengan bermodalkan uang tidak sedikit. Sayangnya anak – anak muda yang disebut sebagai pemilih pemula bum mengenal Pj. Bupati padahal sudah tersebar di beberapa medsos.

Hingga demikian pungkas Pj. Bupati Sugiat, dalam menghadapi Pemilu sebagian besar anak anak muda tidak ada yang tidak punya HP namun mendapat pesan dari Pj. tersebut bahwa anak anak muda jangan sembarangan menyebar isu yang yidak bertanggung jawab di medsos melalui gesget masing-masing.

Oleh karena itu ditegaskan Sugiat selaku Pj. Bupati dibutuhkan peran serta masyarakat karena belakangan ini banyak kejadian di lapangan akibat ulah anak anak remaja seperti antar gang motor, tawuran, menjamurnya cafe di tiap sudut kota Jombang dan banyak anak anak aekolah yang nongkrong di cafe.

“Di cafe cafe itu diindikasikan ada peredaran narkoba,” ujarnya.

Masih lanjut Pj. Bupati yang didampingi Kakesbangpol Jombang mengingat Pemilu jatuh pada 14 Februari 2024, jangan sampai perbedaan menjadi perpecahan melainkan harus dapat menghargai perbedaan.

“Di Jombang harus bisa menjaga perbedaan jangan sampai terjadi perbedaan musyawarah,” terangnya.

Jurnalis : Dedy Mulyadi

beritalima.com

Pos terkait