Jokowi dan Prabowo Sama-sama Mengaku Menang

oleh -31 views

Catatan: Yousri Nur Raja Agam

Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, sudah berlangsung 17 April 2019. Pemilu tahun 2019 ini untuk pertamakali dilaksanakan di Indonesia secara serentak, antara Pemilu Presiden (Pilpres) dengan Pemilu Legislatif (Pileg). Pilpres diikuti dua pasangan Capres/Cawapres, yakni pasangan nomor urut 01Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sedangkan Pileg, untuk memilih calon anggota DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) tingkat provinsi, DPRD tingkat kabupaten dan DPRD tingkat Kota. Ada 20 partai politik (Parpol) yang ikur dalam Pemilu 2019. Dari 20 Parpol itu, empat Parpol lokal di Daerah Istimewa (DI) Aceh. Satu lagi yang dipilih adalah calon DPD (Dewan Perwakilan Daerah.


Akibat Pilpres yang berlangsung bersamaan dengan Pileg, pemberitaan di mediamassa, bahkan meduia sosial ternyata lebih terfokus kepada Pilpres. Penghitungan cepat (quick count) yang disiarkan di media televisi (TV) mulai pukul 15.00 WIB pada tanggal 17 April 2019 menjadi perhatian serius. Bahkan, menjadi perbincangan yang tiada henti.

Sepanjang hari sejak Rabu sore, 17 April 2019 itu, di layar kaca beberapa stasiun TV menayangkan quick count. Pasangan Capres/Cawapres 01 ditampilkan memperoleh suara berkisar sekitar 54 persen dan pasangan Capres/Cawapres 02 berkisar sekitar 46 persen.

Pasangan Capres/Cawapres 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, menyampaikan, bahwa kemenangan yang diperolehnya berdasarkan quick count itu, memang belum final. Masih ada proses penghitungan manual dari TPS sampai ke pusat. Untuk itu, Jokowi minta kepada pendukungnya untuk bersabar.

Namun lain lagi dengan, kubu Prabowo. Penghitungan cepat yang tampil di layar TV itu, tidak dipercayainya. Ia mengatakan, justru yang sebenarnya terbalik. Angka perolehan suara lebih tinggi adalah untuk pasangan Capres/Cawapres 02, ujar Prabowo berulangkali. Baik yang tampil di TV, radio, media online, serta media sosial.

Prabowo mengklaim kemenangan berdasarkan exit poll, quick count, dan real count yang dilakukan internal timnya. Hitungan riil internal menunjukkan dirinya bersama calon wakil presiden Sandiaga Uno telah memperoleh suara sebesar 62 persen.

“Ini adalah hasil real count di posisi lebih dari 320.000 TPS,” kata Prabowo disambut sorak sorai para pendukung di depan rumahnya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4/2019). Prabowo juga menyindir lembaga survei yang hitung cepatnya memenangkan Jokowi-Ma’ruf untuk menggiring opini publik.

Begitu kesalnya melihat tayangan quick count terus-menerus di layar TV, BPN Prabowo-Sandi melaporkan enam lembaga survey yang menjadi sumber quick count itu ke KPU.

Ke enam lembaga itu adalah: LSI Denny JA, Indo Barometer, Charta Politika, SMRC, Poltracking, dan VoxPol. Menurut Djamaluddin, enam lembaga survei itu sudah memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Padahal KPU belum merilis hasil resmi.

“Maka kami minta secara tegas KPU untuk mencabut kembali segala izin-izin yang diberikan kepada mereka,” ujarnya.

Ketua KPU Arief Budiman menegaskan pihaknya bukan lembaga yang menaungi para lembaga survei. Para lembaga survei terdaftar sebagai penyiar quick count sebagai syarat UU Pemilu.

KPU hanya melakukan pengecekan kelengkapan dokumen yang jadi syarat dalam UU Pemilu, bukan menjamin kredibilitas lembaga survei.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pihak kepolisian belum bisa menindaklanjuti laporan terhadap enam lembaga survei yang diadukan karena telah memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam hitung cepat atau quick count.

Dedi berdalih tindak lanjut belum dilakukan karena pelapor tidak menyertakan bukti dalam laporan yang mereka buat.

Prabowo begitu yakin, sehingga merayakan “kemenangannya”. Bersama pendukungnya, ia melakukan sujud syukur setelah melaksanakan shalat Jumat di Masjid Al-Azhar, Jumat 19 April 2019.

Nah, bagaimana sesungguhnya sikap para pendukung Jokowi dan Prabowo?
Apakah juga merasa sudah menang?