Kapolres Lumajang Serap Aspirasi Arus Bawah Lewat Acara Santap Sahur

  • Whatsapp

LUMAJANG, beritalima.com| Jelang bulan suci Ramadhan, lakukan tebar ibadah harapkan banyak pahala. Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH melaksanakan kegiatan cukup unik di bulan Ramadhan, yakni jalankan ibadah sahur bersama para tukang becak di sekitaran jalan Veteran, kabupaten Lumajang, Minggu dini hari (19/05/2019).

Kegiatan yang sering disebut sahur on the road oleh kaum millenial ini, selain merupakan wujud humanisme dari kapolres Lumajang juga sebagai gebrakan dari beliau untuk menyerap aspirasi dari arus bawah, dan juga mengharapkan pahala di bulan penuh berkah ini. Ada
sekitar 60 orang penarik becak yang berada di sekitaran wilayah tersebut. Seusai membagikan makanan untuk sahur, tak sungkan Arsal berbaur sekaligus makan bersama dengan para penarik becak. Sesekali terlihat Kapolres bercengkrama dengan para warga yang hadir untuk mencairkan suasana.

Dalam percakapannya dengan para tukang becak, kapolres Lumajang mengatakan, bahwa dirinya memerlukan masukan dari seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan wilayah Lumajang yg lebih baik. “ini adalah salah satu gebrakan dari saya. selain untuk berbagi terhadap sesama di bulan ramadhan, saya juga berusaha menggali aspirasi dari seluruh elemen masyarakat yang ada. Kedepan, saya akan terus menggelar aksi serupa untuk mendapatkan lebih banyak masukan untuk bersama-sama menciptakan wilayah Lumajang yg semakin kondusif”, tegas Arsal.

Paiman, salah satu penarik becak mengatakan sangat antusias dengan kegiatan tersebut. “Terima kasih pak kapolres sudah mau duduk bersama dengan kami. Jarang ada pemimpin seperti beliau yang mau turun langsung ke jalan untuk sekedar makan bersama, semoga pak kapolres sekeluarga selalu diberi rezeki dan juga kesehatan” ungkap Paiman.

Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP I Gede Putu Atma Giri SH yang juga mendampingi Kapolres dalam kegiatan tersebut menuturkan meskipun dirinya beragama non muslim tetapi beliau menjunjung tinggi nilai toleransi dalam beragama. “Meskipun saya non muslim, tetapi saya ikut dalam kegiatan ini. Selain memang tugas saya sebagai pengayom masyakat, ini adalah wujud toleransi dalam beragama serta rasa kemanusiaan untuk berbagi kepada sesama”, ujar Atma Giri. (Jwo)

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *