Kemensos RI Salurkan Bantuan Sosial Non Tunai PKH Di Labuhanbatu

oleh -408 views

LABUHANBATU, beritalima.com – Kementerian Sosial Republik Indonesia salurkan bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2018 di Labuhanbatu dengan penerima bentuan non tunai tersebut sebanyak 350 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), umumnya berasal dari Kecamatan Rantau Utara dan Rantau Selatan, yang berlangsung di aula gedung Asrama Haji Rantauprapat, Jumat (31/8/2018).

Kementerian Sosial RI yang diwakili Sekretaris Inspektorat Jendral Hasbullah, MSi sangat mengapresiasi Pemkab Labuhanbatu atas suksesnya penyaluran PKH, sebab peran Pemerintah Daerah sangat penting dalam penguatan-penguatan kegiatan kesejahteraan sosial seperti PKH ini.

“Pada tahun 2019, bantuan sosial beras sejahtera akan diubah menjadi bantuan sosial pangan non tunai (BPNT), ini menjelaskan bahwa seluruh program Kemensos RI sudah dilakukan dengan cara yang efektif, sehingga lebih mudah pengawasannya, dan lebih tepat waktu, selanjutnya kami berharap kepada DPR RI agar kedepannya memberikan anggaran yang lebih kepada Kemensos,” kata Hasbullah.


Plt Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT dalam sambutanya menyampaikan PKH merupakan salah satu diantara program-program Nasional yang bertujuan untuk pengentasan kemiskinan, PKH juga telah berkontribusi dalam penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia.

“Acara ini sangat bermakna strategis serta sangat relevan, karena penyerahan bansos kepada keluarga penerima PKH ini merupakan salah satu peluang dalam upaya penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan dikeluarganya masing-masing,” ujar Andi.

Acara ini juga merupakan salah satu pembuktian komitmen Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam mewujudkan visi dan misinya yakni “Satu tekad bersama rakyat, menuju sejahtera 2020, Labuhanbatu semakin hebat lebih berdaya 2025.

Adapun para penerima PKH sebanyak 350 KPM, para anak-anak KPM yang berprestasi sebanyak 10 orang, serta para anggota PKH graduasi, yang artinya para mantan anggota PKH yang aktif, namun setelah kesejahteraan keluarganya meningkat mereka dikeluarkan dari kepesertaan PKH sebanyak 5 orang. (Oelies).