Komisi II Studi Konsultatif ke PLN Pusat di Jakarta

  • Whatsapp
www.beritalima.com

JAKARTA, beritaLima.com,- Komisi II DPRD kota Ambon melakukan kunjungan kerja ke PT PLN Persero pusat di Jakarta. Kedatangan komisi II tersebut diterima langsung oleh kepala operasional Ari wardana beserta sataf dan didampingi kepala PLN cabang ambon.
Kunjungan kerja komisi II tersebut dalam rangka studi konsultatif terkait kondisi kelistrikan di kota ambon yang saat ini sering mengalami pemadaman-pemadaman tak terjadwal atau tanpa pemberitahuan seperti pengumuman dari PLN wilayah ataupun cabang ambon.
Ketua komsi II Lucky Nikijuluw dalam arahan pembicaraannya langusng memaparkan maksud kunjungan tersebut. dikatakan, kedatangan komisi II tersebut atas permintaan masyarakat terhadap tanggung jawab mereka selaku wakil rakyat yang dapat berkonsultasi terkait kebutuhan masyarakat akan listrik terutama pada hari-hari keagamaan seperti bulan puasa, natal dan lainnya
“Kami sebagai wakil rakyat, berkewajiban untuk mengkonsultasikan permintaan masyarakat utmanya mengenai listrik ini terutama di kota ambon, minimal ketersediaan stok listrik menyambut bulan ramadhan dan idul fitri bahkan hari-hari aktifitas biasanya dia harus normal karena dalam pertemuan-pertemuan itu kita sering ditelpon,”ujar Lucky kepada beritaLima di Jakarta Senin (20/6/2016).
PLN juga tambah dia, telah menyampaikan bahwa akan ada garansi yang akan disampaiakn oleh PLN bahwa lsitrik untuk kota ambon bisa mencukupi bahkan surplus dan tidak lagi mengalami devisit. Namun hal tersebut tidak lah nyata dengan kondisi sebenarnya yang terjadi di lapaangan saat ini seperti gannguan jaringan yang diakibatkan oleh kedaan alam seperti tumbang pohon dan gangguan hewan liar.
“Karena ada garansi yang disampaikan yang disampaikan oleh PLN pada saat itu bahwa ketersediaan stok listrik di ambon itu bisa mencukupi bahkan sur plus dia tidak devisit. Tetapi pada faktanya memang ada kondisi yang tidak bisa dipungkiri devisit dan gangguan lainnya,”tuturnya.
Sehingga selaku mitra kerja yang berhubungan dengan PLN maka, seluruh anggota komisi harus berangkat dan menuju PLN pusat untuk segera bersama-sama mencari solusi apa yang harus dilakukan Oleh karena itu, pihaknya merasa berkepentingan juga dalam mengungujungi PLN pusat untuk mempertanyakan solusi atau jalan keluar yang dapat di beri masukan.
“Kami berkepentingan juga untuk mengunjungi PLN pusat untuk mendengar secara langsung sebab ada banyak hal yang ingin didengar langsung oleh anggota komisi terkait dengan fakta reel yang sebenarnya menjadi kendala dan masalah untuk ketersediaan stok listrik di wilayah Indonesia bagian timur bahakan ada upaya yang disampaiakan aka nada upaya penyediaan marinfesor dan sebagainya,”cetusnya.
Dengan demikian dia menegasskan jika Komisi II berkeinginan untuk ada sebuah kepastian dari rencana PLN pusat melalui PLN cabang ambon untuk pengadaan mesin baru di kota ambon berkapasitas 60 mega waat yang akan ditempatkan di atas kapal.
“Kami menginginkan supaya ada kepastian karena namanyaa kami wakil rakyat pak pasti  ditanya apa kerja dan apa komitmen kita dengan semua mitra yang menjadi tanggungjawab kita bersama,”pungkasnya.
Sementara itu kepala Devisi Operasi Regional Maluku-Maluku Utara. Ari Wardana mengatakan, terkait solusi dalam mengatasi pemadaman-pemadaman yang kerap terjadi di kota ambon akhir-akhir ini, dirinya memastikan, jika dengan adanya mesin baru yang akan didatangkan nanti dapat menjawab keluhan-keluahan warga di kota ambon. Namun, untuk memastikan tidak ada lagi gangguan pemadaman dia belum dapat memastikan hal tersebut dikarenakan sering terjadi gangguan alam yang tidak bisa dihindari dan hal itu seringkali terjadi bukan sja di ambon namun di daerah lain pun kerap mengalami hal yang sama.
PLN juga lanjut dia, sudah berencana di Oktober mendatang mesin baru atau Marinfesor tersebut sudah di datangkan ke ambon, dan untuk sementara pihaknya masih mengurus terkait perizinan untuk pengiriman dan penempatan mesin di Pemerintah Provinsi Maluku.
“Rencanya oktober ini sudah dikirim kapalnya, hanya saja belum tahu pasti karena kita masih sementara dalam proses pengurusan izinnya,”kata Wardana. @L.Mukaddar

www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *