Koperasi Citra Padma Wanita Harus Jadi Gerakan Produktif Pemberdayaan Perempuan

  • Whatsapp
Dra.Hj.Fatma Saifullah Yusuf Di Dampingi Ketua CPW Jatim, Berfoto Bersama Di Acara RAT 2016 Di Bhinaloka Sekretariat Daerah Jatim

Ketua Umum BKOW Provinsi Jawa Timur Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf meminta agar koperasi Citra Padma Wanita harus menjadi gerakan pemberdayaan yang produktif bagi perempuan di Jatim
Permintaan tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Tahun Buku 2016 Koperasi Citra Padma Wanita Jawa Timur di Ruang Bhinaloka, Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Rabu (8/3).

Fatma menjelaskan, dengan mengoptimalkan peran seluruh anggota koperasi, terutama yang perempuan, maka diharapkan bisa memberi kontribusi nyata dalam ekonomi keluarga. Muaranyapun jelas, yakni meningkatnya ketahanan ekonomi rumah tangga dan terciptanya kualitas hidup keluarga.
Menurutnya, perjalanan Koperasi Citra Padma Wanita yang dilahirkan oleh BKOW Prov. Jatim, sejauh ini telah menjelma menjadi sebuah gerakan ekonomi yang tepat khususnya bagi pemberdayaan perempun.
Dari jumlah anggota saja, selama kurun waktu 5 tahun telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Dari sebelumnya 33 orang, saat ini telah tumbuh menjadi 310 orang atau meningkat sebesar 939.40 %.

Belum lagi dari total aktiva yang terus meningkat. Dalam satu tahun, yakni tahun 2015 yang sebesar Rp. 1.126.780.500, bisa meningkat sebesar 13,49 % menjadi Rp.1.278.804.691,-pada tahun 2016.

Dra.Hj. Fatma Saifullah Yusuf Mendapat Sebuah Cinderamata Dari Yayasan Bina Antar Budaya Di Ruang Bhinaloka Sekretariat Daerah Jatim

Fatma memahami, bahwa anggota merupakan salah satu pihak yang menentukan keberhasilan sebuah koperasi. Koperasi tidak akan berkembang tanpa adanya partisipasi aktif dari anggotanya. Kedudukan anggota dalam koperasi sangat penting karena sebagai pemilik sekaligus pelanggan yang dapat menentukan maju dan mundurnya sebuah koperasi.

“Koperasi hanya bisa hidup, tumbuh dan berkembang apabila mendapatkan dukungan dari para anggota nya, yang mengetahui hak dan kewajibannya serta mampu mengikuti aturan dalam organisasi koperasi,” imbuhnya.

Sedangkan dari sisi Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan pada RAT tahun buku 2016 mengalami penurunan dari Rp. 195.000.000,- menjadi Rp. 180.000.000,- atau 7,69 %. Dari jumlah itu, SHU pada TB 2016 telah dialokasikan untuk kepentingan peningkatan pendidikan koperasi melalui studi banding, berbagai pelatihan dan pameran.

Sementara itu, Ketua Koperasi CPW Jatim Hj. Umi Fashichah Sadjam Basjumi melaporkan, bahwa pelaksanaan RAT ini dijiwai oleh semangat musyawarah untuk mencapai hasil mufakat yang dilandasi rasa kekeluargaan dan kebersamaan disetiap anggotanya.

Tujuan dari RAT yakni melaporkan kepada seluruh anggota koperasi tentang aktivitas di tahun buku 2016. Selain itu, dibahas pula aspirasi dari seluruh anggota untuk untuk dijadikan rencana kerja 2017. Semua itu bertujuan demi kemajuan koperasi di masa mendatang.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Jatim Dr. Ir. I Made Sukartha mengatakan, bahwa mengurus koperasi sama halnya dengan melaksanakan kegiatan ekonomi secara syariah.

Menurutnya, koperasi didirikan untuk mendukung kegiatan ekonomi kerakyatan yang tidak pernah mencari keuntungan untuk perorangan melainkan untuk mendapatkan keuntungan yang dibagi kepada anggotanya selaku pemilik modal dan uangnya sendiri. “Maka, melalui Koperasi inilah gerakan ekonomi kerakyatan yang paling syariah,” pungkasnya. (**).

beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *