beritalima.com

Mencari Pengganti Risma Monitoring Media Online dan Media Sosial

  • Whatsapp
Dukungan untuk cawali Surabaya Machfud Arifin

JAKARTA, Beritalima.com |8 Agustus 2020 – Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Kota Surabaya tahun 2020 sangat menarik untuk dinantikan. Petahana Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah tidak lagi bisa mencalonkan diri sebagai Calon Walikota. Sehingga peta pencalonan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya menjadi lebih terbuka dan memunculkan nama-nama baru. 


Politika Research and Consulting (PRC) melalui media online dan media sosial berusaha untuk menganalisis kandidat-kandidat yang banyak dibicarakan publik di media sosial maupun media online pada rentang 12 Juli 2020 hingga 11 Agustus 20202. Rio Prayogo Direktur Eksekutif PRC menjelaskan, “Memang cukup banyak nama yang santer dibicarakan publik. Dari dinamika yang terjadi ada koalisi besar partai politik yang mendukung salah satu kandidat Calon Wali Kota dan PDIP yang kemungkinan besar akan mengusung calon sendiri.” jelas Rio. 


Berdasarkan analisis media online dan media sosial selama satu bulan ada lima nama yang mendapatkan atensi publik cukup besar yaitu Machfud Arifin, Azrul Ananda, Wishnu Sakti Buwana, Eri Cahyadi, dan Fandi Utomo.
Rio menambahkan, “Temuan PRC menggambarkan bahwa kontestasi Pilwali di Kota Surabaya masih cukup dinamis setidaknya dilihat dari dua indikator yaitu intensif dibicarakan (mentions) maupun jangkauan (reach) mengerucut pada lima nama diatas.” sambungnya. 


Mengacu pada data monitoring media dan media sosial yang dilakukan PRC, “Machfud Arifin merupakan Cawali yang mendapatkan atensi publik paling besar dengan total mention sebesar 722 dengan jangkauan 21.1 juta dengan tone yang positif. Media berita merupakan platform yang paling banyak memberitakan Machfud Arifin sebesar 382. Artinya pemberitaan media online maupun sosial media tentang Machfud di respon sangat positif. Selain Machfud, dua calon yang kemungkinan besar diusung PDIP yaitu Eri Cahyadi mendapatkan mention – 304, reach 9 juta dengan tone positif lebih besar, dan Wishnu Sakti Buana dengan mention – 296, dengan reach 7,9 juta, dengan tone positif lebih besar”, terang Rio. 


Masing-masing kandidat tersebut santer dibicarakan publik dan memiliki peluang besar akan ikut berkontestasi dalam Pilwali Kota Surabaya 2020 mendatang. Namun tentu kita harus bersabar menunggu keputusan siapa saja calon pasangan yang akan ikut berkontestasi dalam Pilwali Kota Surabaya pada 9 Desember 2020 mendatang secara resmi. 


Kelima kandidat yang banyak dibicarakan di sosial media dan media online memang layak menjadi Calon Pemimpin di Kota Pahlawan. Dengan latar belakang yang berbeda-beda masing-masing kandidat harus bisa mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki. 


Nama Machfud Arifin yang paling sering dibicarakan (dimentions) di media sosial dan media online bukan tanpa sebab. Menurut Rio“Sosok Machfud Arifin populer dibicarakan tentu bukannya tanpa sebab. Ia dinilai sebagai figur yang berpengalaman, pernah menjabat Kapolda di 3 provinsi, terakhir menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur (2016-2018). Machfud Arifin juga menawarkan perubahan dan gagasan yang populis untuk Surabaya yang membuatnya banyak dibicarakan saat ini.” tuturnya. 


Sementara itu, keluarnya nama Azrul Ananda, Wishnu Sakti Buwana, dan Eri Cahyadi juga bukan sesuatu yang mengejutkan. “Azrul merepresentasikan milenial di kalangan masyarakat Surabaya, serta dikenal sebagai Presiden Persebaya Surabaya. Sementara itu, Wishnu Sakti Buwana adalah Wakil Walikota Surabaya yang saat ini masih menjabat bersama Tri Rismaharini. Tentu pengalamannya sebagai Wakil Wali Kota akan sangat membantu dalam kontestasi nanti. Terakhir, Eri Cahyadi yang berpengalaman sebagai birokrat di Kota Surabaya memiliki nilai lebih yang memadai untuk menjadi kandidat di Pilwali,” imbuh Rio.  


PDIP sebagai partai pemenang di Surabaya masih belum menentukan calon yang akan diusung di Pilwali Surabaya mendatang. Rekomendasi PDIP akan sangat menentukan bagaimana jalannya Pilwali di Surabaya. “Harapan saya dan tentu kita semua, agar pertarungan ide dan gagasan bisa mewarnai dan menjadi arus utama dalam kontestasi Pilwali Surabaya 2020. Dengan demikian, maka demokrasi yang substansial akan bisa membawa perbaikan terus-menerus bagi Kota Pahlawan Surabaya”, tutup Rio. (yul) 

beritalima.com beritalima.com

Pos terkait