Mengintip Kreativitas Warga Binaan Rutan Klas II B Sumenep

  • Whatsapp
Kepala Rutan Klas II B Sumenep, Ketut Akbar Harry Akhjar saat meninjau Warga binaan yang sedang membuat layang - layang sebagai kreatifias dalam kesehariannya

SUMENEP, beritaLima – untuk menghilangkan rasa jenuh para warga binaan di Rutan Klas II B Sumenep, Madura, Jawa Timur, selama menjalani masa kurungan, banyak hal yang dapat dilakukan para napi dan tahanan. Diantaranya dengan melakukan kegiatan kemandirian berupa Kreativitas yang dapat dilakukan oleh warga binaan tersebut. Hal ini disampaikan Kepala Rutan Klas II B Sumenep, Ketut Akbar Harry Akhjar kepada media beritaLima pada Jum’at pagi usai berolahraga (25/ 08/ 2017).

warga binaan yang berkreatifitas membuat hiasan kapal – kapalan dengan bahan dasar kertas koran

Menurut Akbar sapaan akrabnya, Kegiatan warga binaan di Rutan Sumenep ini berupa membatik, membuat burung merak, ayam-ayaman bekisar dan pecut (cambuk) dari bahan rajutan, Kemudian layang-layang dan kreatifitas dari dari manik-manik.

“Selain itu, juga ada kreatifitas warga binaan dari koran bekas, yang bentuk menjadi tas dan yang sangat unik yaitu kapal-kapalan”, tambahnya.

“Kami ciptakan kegiatan kemandirian ini untuk mempersiapkan para warga binaan ketika kembali ke tengah-tengah masyarakat tidak lagi mengulangi perbuatannya yang melanggar aturan. Tetapi dapat menciptakan lahan pekerjaan lewat kreatifitas yang dimilikinya,” tukas Ketut Akbar.

Tidak hanya kegiatan kemandirian saja, tapi sejumlah alat musik seperti gamelan dan tong-tong juga kita sediakan. Ini sebagai pelipur lara para warga binaan.

“Untuk kegiatan kerohanian, kami bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, yang dilaksanakan setiap hari Rabu dan Jumat,” imbuh pria yang Supel dan Energik ini.

Sedangkan Hasil dari kreatifitas para warga binaan itu langsung dipasarkan ke masyarakat. Caranya yaitu bekerjasama dengan hotel-hotel yang ada di Sumenep untuk dijadikan souvenir kepada para tamu. Bahkan, saudara para warga binaan juga dijadikan perantara pemasaran hasil kreatifitasnya.

Sedangkan Kelompok Kreatifitas Warga binaan Rutan Klas II B Sumenep ini berawal sejak November 2016 lalu.

Salah satu Warga binaan Rutan Sumenep ( Pengrajin Layang – layang ) yang tidak mau disebutkan namanya kepada media ini menyampaikan, dirinya bersama rekan – rekan lainnya merasa senang dengan melakukan Kreativitas dengan membuat layang – layang. “Selain mendapat penghasilan, kami juga dapat menghilang kejenuhan selama disini”, ujarnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Kepala Rutan Sumenep yang telah memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk berkarya melalui Kreativitas meskipun dalam ruang terbatas.

“Kepada bapak Kepala Rutan Klas II B Sumenep, bapak Ketut Akbar Harry Akhjar kami ucapkan terimakasih yang tiada terhingga karena telah memberikan peluang yang besar untuk kami melalaui Kreativitas. Dan yang paling utama adalah bahwa kami disini diorangkan dan diperlakukan sebagaimana manusia pada layaknya”, terang Nara pidana yang sudah menjalani kurungan tahanan tidak kurang 2 tahun ini.

Ia juga menceritakan bahwa dirinya bersama rekan lainnya terus mengerjakan kreatifitas membuat layang – layang tanpa lelah, mulai dari menyerat bambu sebagai kerangka layangan hingga menjilid kertas dan berwujud sebagai layangan.
“Setiap hari kami dapat membuat layang – layang hingga sebanyak – banyaknya, berkisar antara 150 hingga 200 layang – layang setiap hari dengan harga jual @RP. 2000 (dua ribu rupiah)”, tuturnya mengakhiri.

(An)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *