Pelajar Indonesia se-Dunia Bahas Revolusi Digital di Tiongkok

oleh -16 views

beritalima.com – Pelajar Indonesia akan membahas mengenai revolusi digital pada Simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia Kawasan Asia Oseania, 16 – 19 April di Kota Tianjin, Tiongkok.
Ketua Pelaksana Simposium PPI Dunia Kawasan Asia Oseania, Denis menyampaikan bahwa PPI Tiongkok Cabang Tianjin siap untuk menyambut kedatangan para delegasi pelajar Indonesia dari 13 negara yang ada di kawasan Asia Oseania.

“Negara-negara tersebut adalah Australia, Brunei Darussalam, Filipina, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, Taiwan, Thailand, Sri Lanka, dan Tiongkok,” sebut Denis.

Simposium tersebut akan mengangkat tema besar mengenai Peran Milennials dalam Akselerasi Revolusi Industri 4.0. Pembahasan simposium akan terbagi kedalam 3 sub bahasan yaitu, membangun generasi muda kreatif dan inovatif dalam menghadapi persaingan global, revitalisasi dan peranan cybersecurity dalam isu strategis nasional, serta tantangan dan peluang millenials Indonesia dalam era digital.


“Panitia acara sudah mengundang para pemateri seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua Bekraf Triawan Munaf, CEO Hi App Tyofan, dan tokoh lainnya,” katanya.

Menurutnya, pada simposium tersebut nantinya akan dirumuskan bersama-sama rancangan kebijakan dan rekomendasi dalam akselerasi revolusi Industri 4.0 untuk Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum PPI Tiongkok, Fadlan Muzakki menyampaikan bahwa Simposium tersebut akan dihadiri sekitar 400 hingga 500 orang peserta yang terdiri dari 25 cabang dan 53 ranting PPI Tiongkok serta delegasi dari 12 negara tersebut.

“Dipilihnya Tiongkok sebagai tuan rumah simposium karena Tiongkok sedang menyiapkan revolusi industri 5.0 dan kita bisa belajar dari pengalaman Tiongkok mengenai revolusi industri 4.0,” ungkapnya.

Pengarah Sponsorship Simposium, Bagas Deka menyampaikan bahwa kegiatan ini akan menelan biaya yang cukup besar karena pada waktu yang sama akan diselenggarakan Festival Kebudayaan Indonesia yang menargetkan 3000 pengunjung lokal.
“Pihak panitia masih membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi siapa saja yang mau berkolaborasi dan menyukseskan kegiatan tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejauh ini beberapa pihak sudah mengajukan kerja sama sebagai sponsor simposium, namun panitia masih membuka kesempatan bagi siapapun yang ingin bermitra.
(^)