Pemerintah Harus Memperhatikan Profesi Akupunktur

oleh -173 views

JAKARTA, beritalima.com – Silaturrahmi Kebangasan dan Penyampaian Aspirasi kepada Pasangan Capres dan Wapres, diselenggarakan oleh Pergerakan Indonesia Maju (PIM), yang dimotori oleh Din Syamsuddin dan Ali Masykur Musa. Sedangkan acara yang dihadiri Calon Presiden RI Prabowo Subianto, mengetengahkan tentang ‘Penguatan Visi Kebangaaan”.

Prabowo dalam sambutannya mengatakan, diperlukan suatu paradigma baru untuk membangun Indonesia Maju, yaitu Paradigma Jalan Tengah (Paradigm of The Middle Path). “Paradigma Jalan Tengah seperti itu mungkin bisa menjadi solusi bagi Indonesia menuju kebangkitan, kemajuan dan keunggulan,” ujarnya, Jum’at malam sekitar pukul 19.00 wib, (12/10/2018) di Hotel Sahid, Jakarta.


Lebih lanjut dikatakan Mochtar Hembing Wijayakusuma, seorang pakar Akupunktur yang menyikapi acara Silaturrahmi kebangasan dan Penyampaian Aspirasi kepada Pasangan Capres dan Cawapres. Ia mengulas apa yang disampaikan Capres dari beberapa poin yang disampaikan namun yang penting bagi dirinya adalah bagaimana memajukan bangsa Indonesia dari sektor riil secara merata. Terutama mengenai profesi yang melekat pada dirinya, yaitu memiliki keahlian akupunktur, usai pemilihan Presiden Profesi Akupunktur diharapkan tidak lagi dianaktirikan.

Oleh karena itu dalam perjuangannya, ia yang menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengobat Tradisional dan Akupunktur Se – Indoensia (HIPTRI), ingin memajukan akupunktur di Indonesia. Pasalnya selama ini profesi Akupunktur tidak mendapat perhatian yang serius dari pemerintah.

Lebih lanjut dalam kehadirannya di acara silaturahmi yang dikemas PIM. Mochtar Hembing Wijayakusuma, mengharapkan adanya profesionalisme dalam praktek akupunktur.

“Dalam Pergerakan Indonesia Maju, Pemerintah ke depan setelah pemilihan Presiden dan Wakil Presiden harus mampu memperhatikan profesi akupunktur. Karena selama ini profesi Akupunktur merasa dianaktirikan,” tandas Mochtar Hembing Wijayakusuma yang juga sebagai Ketua Umum Persaudaraan Iman Tauhid Indonesia (PINTI).

Sementara Ketum HIPTRI dan Ketua Umum Persaudaraan Iman dan Tauhid Indonesia mengharapkan pemerintahan sekarang maupun yang akan datang, terhadap pelayanan Akupunktur wajib di berikan di setiap pelayanan baik pelayanan primer maupun pelayanan sekunder.

“Maka semua masyarakat umum akan mendapatkan dan menikmati semua pelayanan Akupunktur dengan baik. Dan memohon agar profesi Akupunktur khususnya di D3/D4 bisa dimasukkan ke dalam layanan Rumah Sakit Umum,” terangnya.

Ditambahkan Ketua Umum HIPTRI, pendidikan akupunktur di Indonesia, hanya ada tiga yaitu di Surabaya, Malang dan Surakarta. Namun pendidikan Akupunktur yang terbaik menurutnya hanya di Surakarta, Pendidikan D-III/D-IV, Jurusan Akupunktur di Poltekkes, Surakarta. dedy mulyadi