Pemkab Gresik Panen Kritikan Terkait Pertunjukkan Lumba-Lumba

  • Whatsapp

​GRESIK,beritalima.com-Pertunjukan lumba-lumba dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Gresik mendapat kecaman dari berbagai kalangan, lantaran dinilai sebagai tindakan yang menyiksa satwa. Acara tersebut digelar dari 3-9 Maret 2017, di kawasan Stadion Gelora Joko Samudro (GJS) Gresik. 

Meski banyak kecaman PT Wersut Seguni Indonesia (WSI) selaku pihak penyelenggara nampakya tetap tak mengindahkan protes Pecinta dan Pemerhati satwa dengan tetap menggelar pertunjukan ini. Senin (7/3). 

Siti Asrifah (28), salah satu penonton pertunjukan ini mengatakan bahwa sirkus lumba lumba ini sangat menghibur lantaran bisa menampilkan aksi sesuai dengan perintah sang pawang.

Ditanya tentang adanya aksi penolakan dan protes atraksi lumba lumba, ibu dua anak ini mengaku tidak tahu menahu terkait hal ini, dan lebih memilih bahwa ini adalah sebagai sarana hiburan keluarga.

“Saya tidak tahu kalau pertunjukan ini banyak di protes pecinta hewan, saya datang kesini cuma ingin cari hiburan sama anak saya” Ujarnya sambil berlalu keluar.

Sementara itu, Rizkinunky Abraham, salah satu pemerhati satwa di Kabupaten Gresik melalui tulisannya di laman media sosial kota Gresik mengatakan bahwa Sirkus lumba-lumba tak lain dirancang sebagai hiburan keluarga, tujuan piknik menghabiskan akhir pekan bersama anak-anak tersayang. Di arena pertunjukkan, pengunjung menikmati seru dan lucunya lumba-lumba beratraksi. Sangat menyenangkan melihat ikan lumba-lumba melompat, bergoyang mengikuti musik dan penurut.

“Pelaku bisnis sirkus lumba-lumba sungguh berhasil menanamkan value bahwa pertunjukkan bertujuan untuk menghibur dan memberikan edukasi di benak konsumennya. Mengapa saya memakai kata konsumen? karena pertunjukkan ini hanyalah untuk bisnis. Bisnis yang bersembunyi dibalik bayang-bayang edukasi dan hiburan” Seperti dikutip dari tulisan Rizkinunky Abraham pada, Senin (3/6)

Tak hanya pemerhati satwa dari Kabupaten Gresik, Melanie Subono artis Ibukota yang juga pemerhati satwa pada akun Twitternya @melaniesubono menuliskan “ Hai Gresik .. Gak bisakah kalian seperti Balikpapan dan banyak kota lain yang sudah cerdas?” tulis Melanie Subono dengan mantion lansung pada akun Wakil Bupati Gresik @MohQosimNU dan @Indtravel.

Sementara itu dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) yang mengetahui adanya sirkus pertunjukan lumba lumba keliling ini dalam tulisannya di media social Twiteer menyatakan bahwa sangat menyayangkan pertunjukan ini.

“Sementara kota lain seperti Balikpapan sudah berkomitmen untuk tidak mengijinkan kekejaman pertunjukan lumba lumba, dan hewan lainnya, Kota gresik didukung oleh Dinas Pariwisata/visit Indonesia malah merayakan hari jadinya diatas penderitaan lumba lumba dengan ekploitasi berkedok edukasi. Ini sangat menyedihkan” tulis Jakarta Animal Aid Network (JAAN) yang di mentionkan langsung pada akun Wakil Bupati Gresik @MohQosimNU.

Sangat disayangkan, padahal sejak Surat Dirjen PHKA No. S. 388/IV-KKH/2013 tanggal 19 Agustus 2013 tentang pengawasan peragaan lumba lumba keliling dan penarikan kembali satwa tersebut ke lembaga konsevasi asalnya, serta melarang pemberian ijin pertunjukan lumba lumba keliling.(Ron)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *