Pengamat: Luhut Binsar Pandjaitan Pemimpin Serba Bisa atau Hanya Bumper Jokowi

  • Whatsapp

JAKARTA, Beritalima.com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk pembantu dia di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (LBP) untuk memimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dengan jabatan baru itu, sudah enam jabatan yang diberikan Jokowi kepada Purnawirawan TNI AD tersebut.

Penunjukan LBP untuk memimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung, ungkap pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jakarta, Muhammad Jamiluddin Ritonga keika bincang-bincang dengan Beritalima.com di Jakarta, Senin (11/10) pagi, memberi kesan LBP memang orang paling dipercaya Jokowi.

Jokowi, kata mantan Dekan Fakultas Komunikasi Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik (IISIP) Jakarta tersebut, terkesan merasa nyaman bila pekerjaan strategis diserahkan kepada LBP. Ada keyakinan bagi Jokowi, semua pekerjaan yang diberikan kepada LBP akan dapat diselesaikan dengan baik.

Karena itu, di masyarakat, pria yang akrab disapa Jamil tersebut, LBP kerap disebut menteri semua urusan. Pokoknya, semua yang diurus Luhut akan beres. Kepercayaan yang besar terhadap Luhut tentu dapat memberi kesan kurang baik terhadap kabinet Presiden Jokowi. Bisa jadi, anggota kabinet lain tidak berkenan atas kepercayaan yang berlebihan kepada Luhut, terutama anggota kabinet yang kemampuannya lebih baik daripada Luhut.

Selain itu, kepercayaan kepada Luhut dapat memberi dua makna. Pertama, Luhut diberi banyak jabatan karena Jokowi menilainya memiliki banyak bakat (multitalenta). Luhut dianggap sosok serba bisa untuk memimpin lembaga berbagai bidang, dan Jokowi yakin akan berhasil.

Memang beberapa tugas yang diberikan Jokowi kepada Luhut ada hasilnya. Salah satunya, Luhut dinilai berhasil memimpin penanganan pandemi Covid-19 di Jawa dan Bali.

Kedua, Luhut ditunjuk memimpin berbagai bidang bisa jadi untuk menjadi bumper pemimpin yang sesungguhnya. Luhut kemungkinan dianggap sosok yang mampu menutupi kekurangan atau melindungi pemimpinnya.

“Masyarakat tentu dapat menilai sendiri Luhut masuk klasifikasi pemimpin yang mana. Pemimpin yang memang serba bisa atau pemimpin yang dapat menutupi kekurangan pemimpinnya (bumper),” demikian Muhammad Jamiluddin Ritonga. (akhir)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait