Prof. Gatot Ciptadi : UNWAHA Spesifik Karena Dosen dan Mahasiswanya Berlatar Belakang Santri

  • Whatsapp

Jombang | beritalima.com – Hari Santri ke – 9 tahun 2023 ini, biasa dilaksanakan tiap tanggal 22 Oktober. Semua ulama dan para santri ikut memeringati bahkan pejabat negara dan daerah pun turut melaksanakan, termasuk lembaga lain yang berlatar belakang pondok pesantren dan memiliki banyak santri sudah seharusnya melaksanakan peringatan Hari Santri Nasional di kampusnya di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA).

Rektor UNWAHA Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, Dess, IPU, ASEAN Eng. kepada beritalima mengatakan UNWAHA spesifik karena dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswanya berlatar belakang santri secara substansi sudah faham betul.

“Di Hari Santri Nasional ini mengingatkan kita siapa kita terutama mengenai peran dan apa kaitannya yang harus kita dilakuakan,” terang Rektor Gatot Ciptadi, di ruang kerjanya, Minggu (22/10/2023).

Di era digitalisasi ungkap Rektor, kedepannya santri harus siap ini tidak hanya sebagai santri tapi juga punya kemampuan di bidang – bidang keahlian sebagai antisipasi perkembangan jaman.

“Sejak lama santri diketahui banyak strategi dan memiliki nilai jual manakala para santri itu memiliki gelar, S1, S2, atau S3 hingga bisa membedakan dengan yang lain misalnya S1 teknologi dan informasi, S1 pertanian,” tuturnya.

Sebenarnya pemahaman santri tidak hanya aebataa pada peringatan Hari Santri akan tetapi ditegaskan Rektor Gatot Ciptadi kehidupan santri berkelanjutan dibanding saat peringatan ini hanya sebagai moment untuk stimulasi hingga keberadaan santri diakui eksistensinya, yang pada gilirannya diperlukan.

Bahkan Aparatur Sipil Negara yang berada di wilayah yang mayoritasnya banyak pondok dan santri. Gatot Ciptadi melihat para ASN itu merayakan hari santri hingga mengenakan pakaian santri yang identik dengan sarung dan baju koko dipakai hingga 5 hari kerja.

“Kalau dulu orang mengenakan sarung dan baju koko dipandang sebelah mata namun sekarang meski dipakai ke mall sudah tidak sungkan dan ada peningkatan level penggunaan kain sarung,” pungkas Rektor.

Jurnalis : Dedy Mulyadi

beritalima.com

Pos terkait