RSUD dr Soetomo Komitmen Gaungkan Zona Integritas Anti Korupsi

SURABAYA, beritalima.com | RSUD dr Soetomo yang merupakan rumah sakit terbesar di Jawa Timur milik Pemprov Jatim dengan anggaran pada tahun 2020 ini mencapai Rp 300 Milyar lebih, sebagai Direktur utama Dokter Joni Wahyuhadi SpBS (K), mengingatkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kerja (PPTK) untuk tidak main main dalam melaksanakan proyek pekerjaan yang berada di RSUD dr Soetomo.

“Kami, menghimbau kepada PPK dan PPTK agar tidak bermain main dalam mengelolah anggaran sebesar itu,” ujarnya kepada awak media saat audensi di ruang kerjanya, Kamis 20/02/2020.

Hal itu, menurutnya RSUD dr Soetomo saat ini sedang berkomitmen untuk menggaungkan kegiatan lanjutan dalam program zona integritas anti korupsi. Hal itu dibuktikan dengan himbauan himbauan yang saat ini terpasang di beberapa sudut ruangan RSUD dr Soetomo.

“Pakta integritas ini akan menguatkan atau memperbarui semua stafnya supaya ada dalam jalur yang benar, terutama dalam pengelolaan anggaran dan administrasi. Sehingga sesuai dengan harapan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur yang bebas dari korupsi,” ungkapnya.

Selain itu, dokter ahli bedah saraf dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini juga mencontohkan, bahwa pembangunan Masjid An Nur RSUD dr Soetomo yang dikerjakan secara bertahap. Untuk tahap selanjutnya yang dikerjakan pada tahun ini. RSUD dr Soetomo tidak menganggarkan pembangunan Masjid lanjutan tersebut melalui APBD. Namun, akan dianggarkan dari hasil sumbangan para dokter yang bekerja di RSUD tersebut.

“Sebagai contoh, untuk pembangunan masjid An Nur itu, kami tidak menganggarkan dari APBD, namun akan dianggarkan melalui sumbangan para dokter yang bekerja disini, sesuai dengan kesepakatan,” tandasnya. [red]