Sambil Berpuasa, Gp Sakera Gelar Aksi Demo Pertanyakan 15 Tahun Matinya Perda Prostitusi

oleh -34 views

SITUBONDO,Beritalima.com – Belasan orang masyarakat yang mengaku sebagai masyarakat Peduli Situbondo
Melakukan aksi damai dikantor Pemerintah Kabupaten Situbondo, Senin Pagi (13/5/2019).

Dengan membentangkan poster dan pengeras Suara belasan warga tersebut meminta ketegasan Bupati Situbondo menutup tempat lokalisasi disejumlah tempat di Situbondo.

“Kami minta Bupati Situbondo beserta Wakil Bupati Situbondo menutup tempat esek – esek yang hingga kini masih terus eksis dan terkesan dibiarkan, banyak warem di wilayah barat (Besuki) yang masih beroperasi secara sembunyi – sembunyi, jangan jadikan kota kita tercintaenjadi kota bisnis lendir,”Ujar tokoh pemuda asal Besuki Sumyadi Yatim Wiyono.


Syaiful Bahri Ketua GP SAKERA Situbondo dalam orasinya meminta agar Bupati Situbondo kembali menghidupkan Perda nomer 27 tahun 2004 tentang pelarangan prostitusi yang sudah mati selama 15 tahun.

“Kami tetap meminta bapak Bupati agar konsisten dalam memimpin Situbondo yang berjuluk Bumi sholawat nariyah ini, buat apa anda bikin Perda Pak jika anda sendiri selama 15 tahun tidak mau melaksanakan dan menegakkan perda tersebut, jangan jadikan kota kami dari bumi sholawat nariyah menjadi kota lendir pak Bupati,”Lantang Syaiful Bahri.

Bahkan GP SAKERA juga mengancam akan melakukan demo secara maraton setiap hari sampai Bupati Situbondo mau berkomitmen menutup sejumlah tempat prostitusi.

“Dibulan yang penuh berkah ini kami berharap sedikit tersentuh hati pak Bupati untuk mendengarkan kami, apabila tidak didengarkan kami akan undang FPI ke Situbondo untuk memporak porandakan tempat maksiat itu, kami disini berpuasa tapi rasa lapar dan haus kami tidak terasa karena kami menyuarakan kebhatilan di bumi sholawat ini,”Pekiknya.

Dalam aksi damai tersebut tak satuoun perwakilan dari Pemerintah Daerah menemui para peserta aksi, menurut salah sumber yang tidak ingin disebut namanya mengatakan jika Bupati sedang melakukan umroh ke tanah suci.

“Pak Bupati sedang Umroh mas, sedangkan bapak Wabup beliau sedang sakit,”Singkatnya.
(Joe)