Secang Dipercaya Dapat Menangkal Radikal Bebas

  • Whatsapp

SURABAYA – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyrakat (PKM) merupakan sebuah kewajiban bagi akademisi sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus mendorong akademisi untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat melalui pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas.

Windy, salah satu mitra pengabdian kepada masyrakat yang memiliki usaha minuman secang. Usaha ini dirintis mulai dari tahun 2016 di daerah Waru Sidoarjo. Minuman secang sangat digemari oleh masyarakat karena berkhasiat bagi kesehatan.

Secang dipercaya dapat menangkal radikal bebas. Namun minuman yang dijual oleh Windy merupakan minuman botol yang tidak dapat bertahan lama. Hanya dalam dua hari minuman sudah terfermentasi dan tidak baik bagi kesehatan.

Berdasarkan permasalahan yang dialami mitra, maka Srikandi UNESA yang terdiri dari Rachma Indrarini, Mauren Gita dan Lucky Rachmawai membuat suatu inovasi produk baru yakni permen secang dan bubuk secang. Permen secang dipilih karena dapat bertahan lama.

“Kadaluarsa dari permen ini bisa sampai 6 bulan. Permen secang dapat dibawa kemanapun dan praktis. Sedangkan bubuk secang dipilih karena mudah tahan lama serta mudah dibawa bila sewaktu-waktu ingin menyeduh minuman secang,” ucap Rachma saat ditemui di Surabaya. Senin, (21/10/2019).

Untuk menyalurkan ilmu terkait produk permen dan bubuk secang, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melakukan workshop pengolahan produk. Adapun kegiatan tersebut diselenggarakan di Laboraturium Tata Boga UNESA.

www.beritalima.com

“Mitra yang hadir berjumlah 5 orang yakni ibu windy beserta para pekerjanya. Materi yang diberikan adalah terkait pembuatan permen dan bubuk secang, kemudian mitra langsung mencoba membuat produk tersebut,” terang Rachma.

Menurut Windy, dilaksanakannya kegiatan ini membuat pengetahuanya bertambah dan membuat solusi baru terkait dengan diversivikasi produk secang yang tahan lama.

“Permen secang dan bubuk secang ini merupakan hal baru. Ini merupakan produk baru yang sangat kreatif. Belum ada masyarakat yang membuat permen secang. Saya berharap dapat memproduksi permen ini,” ungkap Windy. (ari)

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *