Sehari 2 Penderita Penyakit Parah Ditolong DPC Partai Hanura Surabaya

  • Whatsapp

SURABAYA, beritalima.com – Ny Marwiji, warga Kalikepiting, Surabaya, sungguh menyedihkan. Perempuan umur 45 tahun ini menderita penyakit diabetes atau komplikasi, dan tidak bisa mengakses kesehatan secara gratis sebagaimana yang sering digaungkan Pemerintah, utamanya di lingkungan Pemkot Surabaya.

Saat hendak dirujuk ke RSUD Dr Soewandhi, Jalan Tambakrejo 45-47 Surabaya, dia ditolak oleh petugas rumah sakit milik Pemkot Surabaya itu dengan alasan tidak ada kamar. Maklum saja, sebagai warga tidak mampu, Marwiji berobat ke RSUD Dr Seowandhi dengan memanfaatkan fasilitas surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang disediakan pemerintah.

“Tapi saat kami membawa Ibu Marwiji ke RSUD Dr Soewandhi, pihak rumah sakit menolak dengan alasan tidak ada kamar untuk fasilitas kelas 3 khusus pasien dengan fasilitas SKTM. Yang tersedia kamar untuk pasien umum kelas 1 dan 2,” kata Basuki, Ketua PAC Partai Hanura Tambaksari, Rabu (8/2/2017).

Basuki tidak langsung percaya begitu saja. Dia minta penjelasan kepada petugas RSUD Dr Soewandhi terkait dengan tidak ada kamar tersebut. Namun, petugas RSUD Dr Soewandhi malah merujuk Marwiji ke RSUD Dr Soetomo.

“Begitu mau dirujuk, saya minta kepastian petugas RS Soewandhi ada atau tidaknya kamar di RSUD Dr Soetomo. Petugas itu bilang, itu urusan pihak RSUD Dr Soetomo,” jelas Basuki.

Lebih miris lagi, petugas RSUD Dr Soewandhi tidak mau tahu dengan kondisi pasien yang sudah 1 jam lebih tertahan di dalam mobil menunggu dirujuk. Hal yang membuat Basuki kecewa lagi, pihak RSUD Dr Soewandhi juga tidak mau menyediakan mobil ambulance untuk bisa merujuk Bu Marwiji.

“Waktu mau dirujuk dengan pakai jalur SKTM, terpaksa kami mau menggunakan kendaraan umum. Saya ditemui dokter Lukas, dan dia beralasan keterbatasan unit,” ujarnya.

Karena khawatir dengan kondisi pasien, Basuki segera menghubungi rekannya di Hanura untuk kembali menjemput dengan fasilitas mobil ambulance milik Srikandi Hanura Jatim. Basuki mengaku sangat menyesalkan perlakuan petugas RS Soewandhi, karena mempersulit administrasi rujukan.

“Saya sangat menyesali sikap pihak RSUD Dr Soewandhi. Mau minta rujuk saja harus memasukkan pasien melalui jalur umum. Padahal SKTM masih diproses, dan KTP tertahan kecuali bayar Rp 240 ribu sebagai jaminan sebelum SKTM diurus,” ungkap Basuki.

“Katanya, uang itu bisa diambil lagi, tapi dibatasi sampai Rabu (8/2) jam 09.00 WIB ini. Kami tidak terima, karena mengurus SKTM itu perlu waktu dan jangan dideadline,” sambungnya. Dia menambahkan, Bu Marwiji akhirnya dirawat di RSUD Dr Soetomo.

Ketua DPC Partai Hanura Surabaya, R Edi Rachmat, ketika dihubungi menuturkan, begitu mendapat laporan dari Ketua PAC Partai Hanura Tambaksari tentang adanya warga yang sangat membutuhkan bantuan ini langsung minta Shodiq dari bagian kesekretariatan untuk membuat surat pemberitauan ke RSUD Dr Soewandie.

Edi juga menelpon petinggi di RSUD Dr. Soewandie dan RSUD Dr. Soetomo. “Ini masalah kemanusian, kita harus cepat menolongnya,” ujar Edi Rahmat.

Ketua DPC Partai Hanura Surabaya yang juga Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya ini fokus memberikan perhatiannya pada warga yang tengah sakit keras itu.

Setelah memperoleh kepastian, Edi lalu meminta wakilnya, Wahyudi, untuk memakai Ambulance milik Srikandi Hanura Jatim untuk membawa Marwiji ke RSUD Dr Soewandie, Selasa (7/2/2017) sore, yang akhirnya dirujuk ke RSUD Dr Soetomo.

“Sebagai kader Partai kita harus aware dan tanggap pada warga masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sebab, sikap peduli pada masyarakat itu merupakan tekad Partai Hanura untuk selalu berdampingan dengan rakyat,” tandas Edi.

Tidak hanya Ny Marwiji yang mendapat pertolongan DPC Partai Hanura Surabaya, yang berkantor di Jalan Wonosari Kidul I/6 Surabaya. Sehari sebelumnya, Senin (6/2/2017) sore, Edi Rahmat juga menerima pengaduan dari kader partai, Octy Safitri, bahwa ada gadis di wilayah Petemon, Surabaya, yang menderita tumor ganas dan tidak mendapat penanganan medis karena ketidakmampuannya.

Gadis malang itu bernama Ayu, umur 18 tahun, menderita tumor ganas di bagian tumit kaki yang kini sudah menjalar ke paha. Sekitar 3 tahun lalu pernah dirawat di Rumah Sakit Soewandi Surabaya, namun dipulangkan kendati belum sembuh, dan sejak itu tidak pernah diperiksakan lagi hingga kondisinya kini makin parah.

Mendapat pengaduan itu, Edi langsung merespons untuk membawa Ayu ke Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Selesai mengurusi Ny Marwiji, Ayu pun dijemput dengan mobil ambulance milik Srikandi Hanura Jatim dari rumahnya untuk dibawa ke RSUD Dr Soetomo Surabaya, Selasa (7/2/2017) malam.

“Ini salah satu bentuk program nyata kami, siap membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dan persoalan,” kata Edi Rahmat.

“Dan kami sudah minta pada semua kader Partai Hanura Surabaya, baik PAC maupun Ranting, untuk tanggap pada persoalan-persoalan masyarakat,” tambahnya. (Ganefo)

Teks foto: Ketua PAC Partai Hanura Tambasari, Basuki, saat membawa Ny Marwiji ke rumah sakit dengan mobil ambulance milik Srikandi Hanura Jatim

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *