beritalima.com

Sempat Gaduh, Syaifullah Akhirnya Dilantik Jadi Sekda Bondowoso

  • Whatsapp
Syaifullah, Sekda Bondowoso saat dikonfirmasi wartawan selesai pelantikan di Pendopo (Rois beritalima. com)

BONDOWOSO, beritalima.com – Teka teki siapa yang akan menjadi Sekda Bondowoso terjawab sudah. Walaupun sempat terjadi kegaduhan dalam percakapan telepon Syaifullah dengan salah satu staf Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso beredar di Medsos dengan bernada ancaman yang dilontarkan oleh Syaifullah.

Namun Pelantikan Syaifullah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Pemerintah Kabupaten Bondowoso akhirnya dilaksanakan di Pendopo Bupati, Selasa (30/7) dengan lancar tanpa adanya kegaduhan seperti sebelumnya.

Menurut Syaifullah, kepada sejumlah wartawan menjelaskan terkait kejadian itu. Dirinya mengatakan bahwa kemarahan yang terdengar di audio tersebut terjadi lantaran dirinya menilai kerja dari BKD Bondowoso kurang cepat untuk pelaksanaan pelantikannya.

“Iya betul (Itu suaranya). Jadi Saya merasa kurang cepet temen-temen BKD itu bekerja. Contoh begini, perintah Bupati sudah hari Senin pelantikan jam 08.00. Ada undangan yang harus ke luar kota yang itu memerlukan ijin dari Gubernur seperti kepala BKD, Kepala Bakorwil. Sampai jam 16.00 belum ada undangan ini. Jadi saya sampaikan kalau bekerja seperti itu bisa fatal akibatnya,” Jelasnya Selasa(30/07).

Masih Sekda Syaifullah, Kepala BKD dan Kepala Bagian Umum juga disebut saling melempar tanggung jawab perihal pelaksanaan pelantikan.
Karena ini pun, dirinya juga terpaksa harus mengantarkan beberapa undangan sendiri.

“Lah ini diam, saya tanya ke Kabag umum, Kabag Umum melempar ke Kepala BKD, Kepala BKD lempar ke Kabag umum. Saling menyalahkan, saya pikir tak benar, tak sehat kehidupan seperti ini,” Tuturnya dengan nada sedikit judes.

Meski demikian, Syaifullah menegaskan bahwa sekalipun dirinya emosi karena kerja BKD yang kurang cepat, tetap tak akan ada sanksi atau realisasi terhadap hal-hal yang dilontarkannya seperti di rekaman.

“Saya tidak akan pernah melakukan apa yang terlontar saat dalam percakapan telepon itu. Bagi saya medan jihat saya adalah bekerja, bukan mengancam. Kalau itu pun hanya karena saya lagi emosi saja, yang disebabkan oleh kurang gerak cepat pihak-pihak terkait pelantikan ini,” Pungkasnya. (*/Rois)

beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *