Setelah Workshop, Kurikulum Darurat di Masa Pandemi Agar di Implementasikan di Sekolah

  • Whatsapp
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Abdul Kadir, M.Pd, (kanan)

SUMENEP, beritalima.com| Setelah mengikuti Workshop Kurikulum Darurat di masa Pandemi COVID-19 yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep bekerja sama dengan Program INOVASI selama dua bulan terakhir (April-Mei), para kepala sekolah, guru dan pengawas khususnya di Gugus 1 Batuan diharapkan nantinya dapat mengimplementasikan di sekolah masing-masing.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Abdul Kadir, M.Pd, pada penutupan Workshop Kurikulum Darurat di Masa Pandemi COVID-19, di Hotel De Bagraf, Minggu (30/05/2021).

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, proses implementasi tersebut akan dianalisis lagi oleh Tim INOVASI dalam bentuk timeline.

“Jadi bagaimana hasilnya setelah workshop ini apakah ada peningkatan, sama atau malah merosot. Jadi, kalau dari awal inputnya tidak bagus setelah akhir pelatihan bagus berarti kegiatan ini berhasil,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila sama atau malah nantinya merosot tentu dipertanyakan, karena tentu ada yang salah apakah dari pelatihannya atau gurunya yang salah dari kegiatan tersebut. Namun, pihaknya bersyukur melihat semangat para kepala sekolah, guru dan pengawas yang mengikuti workshop tersebut sangat antusias untuk mengembangkan pendidikan khususnya di Kabupaten Sumenep ini.

Bahkan, pihaknya berharap dari Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang dibuat oleh para peserta betul-betul bisa diimplementasikan, syukur-syukur bisa dimasukkan pada Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang nantinya bisa diupayakan biaya mandiri oleh sekolah. Sehingga apa yang ditulis dalam RTL dapat terwujud karena itu merupakan hasil pemikiran buttom up dalam upaya tercapainya peningkatan kualitas pendidikan bagi anak.

Di samping itu, para guru juga harus terus belajar dan tidak hanya memotivasi anak untuk belajar. Namun, diperlukan keteladanan guru untuk terus belajar, minimal dengan banyak membaca seperti halnya materi terakhir yang disampaikan dalam workshop, dan literasi cloud dengan membaca mana yang disukai.

“Intinya melalui workshop kurikulum darurat di masa pandemi COVID-19 ini dapat memberikan manfaat pada para peserta dan nantinya juga bisa diimplementasikan sehingga bermanfaat bagi orang lain utamanya anak didik kita,” tambahnya.

Sementara District Facilitator Program INOVASI Kabupaten Sumenep, Cahyadi Widi Wahyono mengungkapkan, program INOVASI selama Pandemi COVID-19 untuk mendukung upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam menjalankan kurikulum darurat. Seperti halnya dalam memfasilitasi pelaksanaan pelatihan tersebut bagi pengawas, kepala sekolah dan guru kelas jenjang SD, yang baru pertama kali dilaksanakan bersama Dinas Pendidikan setempat.

“Seperti halnya harapan dari program INOVASI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep agar nantinya output dari workshop ini bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing, sehingga bisa terus melaksanakan kerja sama dalam peningkatan pendidikan khususnya di Kabupaten Sumenep dan daerah lainnya,” tandasnya.

Pos terkait