Siapa Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ?

  • Whatsapp
www.beritalima.com

Oleh : Singky Soewadji

Salam Lestari !

Konon pagi ini (Senin, 21/10/2019) Presiden Jokowi akan mengumumkan susunan dan nama menteri kabinetnya.

Bagi insan konservasi, tentu berharap cemas, karena seperti kita ketahui semua, lima tahun yang lalu pemerintahan Jokowi menggabungkan Departeman Lingkungan Hidup dan Departemen Kehutanan.

Disinilah carut marut terjadi dan menimpa dunia konservasi, dampaknya cukup luar biasa.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Diakhir masa jabatan Presiden Jokowi periode pertama, ada wacana pemindahan ibukota ke Kalimantan.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Konon Ibu kota pindah ke Palangka Raya ?

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Bagaimana nasib hutan dan Orangutan serta satwa liar lainnya ?

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Perlu sarasehan duduk bareng melingkar, semua ngomong ada notulis buat kesimpulan dan rekomendasi sampaikan ke Presiden soal Kelola Satwa dan Hutan.

www.beritalima.com

Jokowi kalau dibiarkan terus bisa lepas kendali, sementara menterinya Asal Bapak Senang (ABS) seperti kata Prabowo.

Apa lagi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nanti, selain kedua departemen ini sebaiknya dipisah kembali, menterinya juga harus dari kalangan profesional, akademisi, syukur-syukur dari kalangan Rimbawan sendiri, tentunya yang bersih dan mumpuni.

Kembali soal Kalimantan terpilih sebagai ibukota, tidak hanya di Tanjung Puting, tapi diseluruh wilayah Kalimantan adalah habitat satwa liar, khususnya Orangutan.

Kalimantan ada tiga subspecies Orangutan :

1. Subspesies Pongo Pygmaeus Pygmaeus (Northwest Bornean Orangutan) dapat ditemukan di Serawak (Malaysia) dan Kalimantan bagian Barat Laut (Kalbar).

2. Subspesies Pongo Pygmaeus Wurmbii (Central Bornean Orangutan) terdapat di Kalimantan Tengah dan bagian Selatan Kalimantan Barat (Kalteng dan Kalbar).

3. Subspesies Pongo Pygmaeus Morio (Northeast Bornean Orangutan) dijumpai di Kalimantan Timur (Indonesia) dan Sabah (Malaysia).

Selama ini telah terjadi pengerusakan dan penjarahan hutan, disusul perambahan hutan dan alih fungsi menjadi kebun Sawit, kemudian penambangan dikawasan hutan.

Dan kini, kedepan bakal ada espansi besar-besaran, dengan pindahnya Ibu Kota maka roda kehidupan akan berkembang.

Pelan tapi pasti, akan menggerus lahan hutan menjadi pemukiman dan industri.

Saat itu, kemana satwa liar dan Orangutan tinggal ?

Coba pikirkan, tapi jangan beri tahu Luhut Binsar Panjahitan, nanti dia bilang :

Kalian cuma tahu pikirkan Orangutan saja, sementara rakyat kita butuh makan !

“Kau Peduli, Aku Lestari”

www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *