STIAMAK Gelar Seminar Internasional “VTS For Safety dan Efficienty”

oleh -26 views
Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya Nugroho Dwi Priyohadi (dua dari kiri), bersama pemateri dari luar dan dalam negeri, serta para undangan seminar di Hotel Sheraton Surabaya, Selasa (2/4/2019).

SURABAYA, beritalima.com|Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Managemen Kepelabuhanan (STIAMAK) Barunawati Surabaya kembali menggelar seminar internasional, Selasa (2/4/2019).

Seminar internasional kali ketiga ini tentang Vessel Traffic Services (VTS) For Safety & Efficienty dengan tajuk “Maritime Control and How To Get There”. Tidak kurang dari 80 undangan hadir di seminar ini. Mereka dari Kementerian Perhubungan, dari Pelindo I, II, III dan IV, perusahaan pelayaran, dan akademisi.

Tiga pakar safety dan efesiensi kepelabuhanan skala internasional yang dihadirkan sebagai narasumber adalah Pieter Van Vrigberghe De Coningh yang mewakili SAAB Teknologi Hongkong, Wim Van Padja selaku Direktur STC Nederhland, dan Alvin Goh yang menjabat Region Sales Manager Terma.


“Kami mengundang pembicara dari perusahaan SAAB asal Swedia, Tera dari Denmark, dan VTC dari Belanda, untuk memberi masukan pada para praktisi, dosen dan mahasiswa STIAMAK yang fokus pada sektor kepelabuhanan,” kata Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya, Nugroho Dwi Priyohadi, di sela seminar yang digelar di Hotel Sheraton Surabaya ini.

Dikemukakan, sektor kepelabuhan di Indonesia masih membutuhkan teknologi tambahan untuk membantu meningkatkan keselamatan dan efesiensi angkutan laut. Kebutuhan itu dinilai semakin mendesak, seiring dengan masih banyaknya kasus kecelakaan kapal di negeri yang sedang getol menggalakkan tol laut tersebut.

Nugroho mengakui, faktor safety dan efesiensi kepelabuhanan perlu ditingkatkan, masih membutuhkan perhatian, bahkan teknologi baru. Ini terbukti dengan masih banyaknya kasus kapal terbakar dan kapal tenggelam.

Direktur PT Ambang Barito Nusapersada, Didid Handoko, yang turut hadir mengatakan, seminar internasional yang diinisiasi STIAMAK ini sangat positif, sangat bermanfaat bagi dunia maritim dan pelaku bisnis kepelabuhanan.

“Masukan dari para tokoh tersebut sangat bermanfaat bagi kami sebagai pelaku bisnis kepelabuhanan,” kata Didid Handoko.

Dituturkan, saat ini wilayah kerjanya masih fokus melayani kebutuhan kapal yang rutin mengangkut 100 juta ton batu bara per hari. Untuk kepentingan safety, pihaknya sudah bekerjasama dengan pihak ketiga, sudah memasang radar untuk memantau kapal pengangkut batubara yang masuk.

Melalui radar tersebut, kapal yang masuk termasuk yang minta bantuan pemanduan tapi belum membayar tarif yang sudah ditentukan akan langsung ketahuan. Karena itu, ke depan pihaknya akan menggunakan teknologi VTS untuk kenyamanan semua pihak.

Untuk kepentingan efisiensi, Didid menyatakan sudah mengusulkan agar pengangkutan batubara dikenakan tarip seperti pengangkutan dalam bentuk peti kemas. Dengan cara ini dia berharap bisa memberikan kontribusi yang lebih besar kepada induk perusahaan.

Disebutkan, dalam seminar internasional ini hadir pula di antaranya Dirut PT Pelindo III Doso Agung, Dirut PT Pelindo Marine Service Eko Harijadi, dan Country Manager of Indonesia Anders Dahl. [Ganefo]