Tekan Biaya Kesehatan, Warga Desa Sukomulyo Tanam Toga

oleh -186 views

GRESIK,beritalima.com- Mahalnya biaya kesehatan bagi warga, tidak lantas membuat Warga Sukomulyo, RT/19 RW/5 Kecamatan Manyar kehilangan Akal. Mereka memanfaatkan sisi jalan depan rumahnya untuk ditanami berbagai jenis Tanaman Obat Keluarga (Toga)

Berbagai jenis tanaman berkhasiat obat, seperti Kunyit, Kunir,Kayu Putih, Temulawak, Jahe, Kumis Kucing, serta Gingseng tampak menghiasi depan rumah warga.” Setiap depan rumah warga kita minta untuk menanam 16 Jenis Toga,” ujar Mas Gholib, Ketua RT setempat.

www.beritalima.com

Mas Gholib, ditemani ketua Karang Taruna Desa Sukomulyo, Arif Afandi menjelaskan, Program tanaman Toga itu, sedikit menekan biaya pengobatan warga, sebab tanaman tersebut punya khasiat tersendiri. dan warga manfaatkannya untuk mengobati segala macam penyakit

“Jahe ini digunakan untuk mengobati masuk angin, Kumis kucing bisa dipakai mengobati batu ginjal.” Katanya.

” Tanaman itu digunakan untuk kepentingan warga sendiri, mungkin bagi warga yang sakit, seperti, jahe Kumis kucing,” tambahnya.

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Upaya program tersebut, Kata Mas Gholib tidak mudah.Tahap demi tahap dilaluinya terutama tahap penyadaran warga. Ditahap ini Ia memberikan transformasi edukasi ke rumah-rumah tentang pentingnya manfaat menanam Toga. ” warga kita beri arahan untuk menanam dengan cara pelan pelan, seperti mendekati pe-rumah,”lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukomulyo, Subiyanto, saat ditemui mengatakan, program penanaman Toga di RT 19 membuat Pemdesnya berhasil memperoleh juara satu kategori Pengelolaan lingkungan terbaik, se-kebaputen Gresik ditahun ini.” Alhamdulillah di tahun ini (2018 red-) kita berhasil peroleh juara satu lomba lingkungan kategori Pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

lebih lanjut, menurut Subiyanto, Selain Tanam Toga, dilingkungan RT 19 ini juga terdapat program yang lain, diantaranya, penataan lingkungan, edukasi cara buang sampah, pembuatan Instalasi Pengelolahan Air Limbah (IPAL) dengan memanfaatkan air comberan serta tempat penampungan air hujan. ” Jadi disana penataan aliran air sudah kita buatkan untuk menampung air hujan, karena selama ini penataan lingkungan dipahami hanya dihias dengan cat saja, tapi disana kita buatkan tata lingkungan alamiah,” pungkasnya.(Ron) www.beritalima.com

www.beritalima.com