Tema Hari Jadi Sumenep ke-752 “Masyarakat Sehat Sumenep Kuat”

  • Whatsapp
Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke - 752

SUMENEP, beritalima.com| Hari jadi Sumenep yang jatuh pada 31 Oktober 2021 mendatang, sudah disiapkan tema serta logonya. Tidak jauh dari upaya perlawanan terhadap Covid-19, yakni “Masyarakat Sehat Sumenep Kuat”.

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Fatimatus Suhra menjelaskan, logo dan tema tersebut menyimpan tujuan agar masyarakat waspada dan patuh terhadap protokol kesehatan (protkes) Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Jadi kita mengimbangi dengan itu. Jika masyarakat sehat, Sumenep juga kuat,” katanya, Senin (25/10/2021).

Dia mengatakan, pada 28-29 Oktober 2021 menggunakan baju adat agar masyarakat mengenali pakaian adat Sumenep, dan dihari puncak hari jadi akan tetap menerapkan protkes untuk memutus mata rantai Covid-19. “Semoga di hari jadi Sumenep, masyarakat tetap waspada dan terus maju dalam bidang ekonomi serta kesenian dan lainnya” ujarnya

Sementara itu, untuk logo Hari Jadi Sumenep tahun ini, memiliki makna filosofi tersendiri. Dari mulai warna hingga simbol Covid-19 dan garis-garis di angka, memiliki makna masing-masing.

Pertama, warna merah pada angka 7 sebagai simbol yang terinspirasi bentuk warangka keris. Artinya, simbol tersebut merupakan penggambaran bahwa Sumenep sebagai Kota Keris. Warna merah sebagai simbol keteguhan hati masyarakat Sumenep dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Kedua, warna hijau pada angka 5 sebagai simbol safety dan kehidupan. Artinya, mencerminkan bahwa keamanan dan kesehatan jiwa masyarakat menjadi prioritas pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Ketiga, warna kuning pada angka 2, sebagai simbol harapan dan keyakinan. Artinya, keyakinan bahwa setelah semua upaya dengan sinergitas dilakukan akan muncul sebuah harapan, yakni Sumenep terbebas dari pandemi Covid-19.

Keempat, simbol wabah Covid-19 dengan berbagai varian yang tengah mewabah di lingkungan masyarakat Sumenep. Artinya, warna oranye menunjukkan bahwa penanganan pandemi Covid-19 menjadi prioritas program pemerintah.

Dan kelima, simbol-simbol garis di angka 7 menunjukkan penggambaran mobilitas warga Sumenep yang terbatas selama masa pandemi. Kedua, simbol-simbol garis di angka 2 menunjukkan di tengah keterbatasan itu masyarakat tetap berusaha untuk survive dan tetap beraktivitas dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan

“Jadi makna logo tersebut disesuaikan dengan keadaan saat ini,” ungkap Fatimatus Suhra.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Disparbudpora Sumenep, Imam Buchari mengatakan, perayaan Hari Jadi Sumenep masih akan digelar dengan sederhana, mengingat masa pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Nuansa perayaan hari jadi Kota Sumenep masih sama dengan tahun 2020 lalu. Karena saat ini masih masa pendami Covid-19,” tukasnya.

Namun nuansa adat dan tradisi Sumenep tetap menjadi prioritas, yaitu para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memakai baju adat khas Keraton Sumenep.

“ASN disetiap organisasi perangkat daerah (OPD) nanti memakai baju adat Sumenep, agar budaya Sumenep tidak dilupakan masyarakat,” ucap pria yang akrab disapa Imam itu.
(An/ **)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait