Terkendala Surat Vaksin, Ratusan Guru Ngaji di Sampang Enggan Cairkan Bantuan Insentif

  • Whatsapp

SAMPANG,BeritaLima.com – Ratusan guru ngaji enggan mencairkan bantuan insentif yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, salah satunya di Kecamatan Tambelangan. Hal itu terjadi, karena kebanyakan dari mereka belum melakukan vaksinasi.

Beberapa hari sebelum proses pencairan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan memberikan surat edaran bahwa penerima bantuan harus menyertakan bukti kalau sudah di vaksin sebagai salah satu persyaratan dalam pencairannya.

H.Saiful Ansori koordinator guru ngaji Tambelangan mengatakan, beberapa hari sebelumnya semua penerima sudah diberikan arahan agar segera melakukan vaksinasi, karena sudah jelas nantinya yang tidak bisa menunjukkan bukti sudah di vaksin tidak bisa mencairkan bantuan tersebut.

“Saya sebagai koordinator sudah mewanti-wanti agar semua penerima yang belum di vaksin segera melakukan vaksinasi dengan mendatangi Puskesmas terdekat, namun banyak yang menolak sehingga kami tidak bisa berbuat banyak,” tuturnya.

Menurutnya, di Kecamatan Tambelangan sendiri total jumlah penerima bantuan insentif sebanyak 322 sedangkan yang dicairkan hanya 19, sehingga penyaluran bantuan tersebut tidak berjalan seperti yang diharapkan oleh Bupati Sampang.

Senada hal yang disampaikan Bukhori salah satu penerima bantuan, kami tidak henti-hentinya memberikan masukan kepada teman-teman penerima untuk melakukan vaksinasi dan jangan percaya dengan berita hoax.

“Kebanyakan dari penerima merasa ketakutan untuk melakukan vaksinasi, terlebih dengan banyaknya berita-berita hoax yang beredar dan dikuatkan dengan banyaknya kejadian warga yang meninggal dunia, ini membuat was-was dan merasa bahwa bantuan insentif sebagai jebakan,” ungkapnya.

Sementara itu KH.Munif guru ngaji yang tidak mencairkan bantuan mengatakan, jika Pemerintah ingin memberikan bantuan seharusnya tidak usah pakai embel-embel, termasuk bukti vaksin, karena tidak semua dari kita mau untuk melakukannya.

Terlebih saat ini banyak beredar bahwa warga yang sudah divaksin justru yang menjadi korban virus Corona, sehingga kami pun tidak mau jadi korban,”saya bukannya tidak mau divaksin, tapi saya merasa tubuh saya hingga saat ini masih belum membutuhkannya,” katanya sambil tertawa.

Pria yang juga menjadi Ketua MUI Kecamatan Tambelangan menambahkan jika sebenarnya dirinya pernah mendatangi Puskesmas untuk melakukan vaksinasi, namun karena tidak ada penanggung jawabnya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga dia mengurungkan niatnya.

“Saya pernah datang ke Puskesmas untuk melakukan vaksinasi, namun saat pemeriksaan saya katakan kalau saya punya penyakit bawaan darah tinggi dan lambung, tapi petugasnya katakan hal itu tidak masalah,” imbuhnya.

“Namun ketika saya tanyakan adakah yang siap untuk bertanggungjawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas hanya menjawab Pemerintah siap tanggungjawab tanpa menyebutkan nama yang jelas, sehingga saya urungkan niat untuk divaksin,”timpalnya. (Dd/FA)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait