Tragis! Haringga Sirila “Jack Mania” Tewas Dikeroyok “Bobotoh Persib”

oleh -286 views

Catatan: HM Yousri Nur Raja Agam
MEMANG tragis. Perhelatan tanding sepakbola di tanah air kembali ternoda. Laga sepakbola antara kesebelasan Persija Jakarta melawan Persib Bandung “kembali mencabut nyawa” pendukungnya.

Seorang pemuda, Haringga Sirila (23) pendukung (supporter) Persija Jakarta yang berjuluk The Jakmania, tewas dikeroyok pendukung Persib Bandung yang dikenal dengan sebutan bobotoh Viking. Peristiwa ini terjadi, Minggu, 23 September 2018 di halaman Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung.

www.beritalima.com

Peristiwa yang kesekian kali terjadi antara dua kesebelasan “kesayangan” Jakarta dan Bandung, ini tak pernah terselesaikan. Orang mengatakan antar supporter ini merupakan “musuh bebuyutan”. Peristiwa perkelahian dan perselisihan antar Jakmania dengan bobotoh ini sering terjadi. Dan, sudah diperkirakan akan selalu terjadi “pergeseran” jika kesebelasan ibukota dengan dengan kesebelasan kota kembang ini “bertemu” di sebuah pertandingan.

Haringga Sirila, adalah salah seorang seorang anak muda yang sama sekali tidak menduga menemui ajalnya. Ia sengaja berangkat sendiri dari Jakarta ke Bandung naik kereta api, hanya ingin menyaksikan kesebelasan kesayangannya Persija bertanding.

Mengutip tribunjakarta.com, Haringga memposting keberangkatannya ke Bandung itu lewat akun Instagramnya, @khepen162. Minggu, 23 September itu, saat di Stasiun Gambir Jakarta, Haringga memposting fotonya, kemudian memperlihatkan tiket KA (kereta api) dari Jakarta tujuan Bandung dan beberapa sticker Persija Jakarta yang dipegangnya.

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Haringga juga menuliskan keterangan dalam postingannya itu: “Jangan biarkan macan berjuang sendirian” – macan adalah julukan Persija, yakni “Macan Kemayoran”. Setelah itu, di InstaStorynya, Haringga memposting fotonya ketika tiba di Stasiun Bandung.

Ia menuliskan tagar #persijaday dan #jakartatans. Kemudian terakhir menulis: “Lemesin aja cang,” tulisnya diikuti emotikon jari yang khas dengan simbol suporter Persija Jakarta, The Jak.

Nah, setelah berada di sekitar GBLA Bandung, walaupun sama sekali tidak memperlihatkan identitas Jakmania itu, ternyata ada yang memperhatikan dan meneriaki Haringga sebagai pendatang dari Jakarta. Ia dikejar dan jadi bulan-bulanan bobotoh. Dan terjadilah peristiwa tragis, seperti yang sebagiannya terlihat dari rekaman video. Haringga dikeroyok dan dianiaya, sampai akhirnya tewas bersimbah darah.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana di Jalan Jawa, Kota Bandung, mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan saksi, korban (Haringga) yang beralamat di Jakarta Barat itu sempat lari ke tukang bakso untuk minta tolong. Tetapi banyak yang menarik korban kemudian terus dianiaya. Kejadian berlangsung pada pukul 13.00 WIB. Dari kejadian itulah dikabarkan korban meregang nyawanya lewat pukulan benda tumpul. Bahkan, dari rekaman video terlihat tubuh korban juga diinjak-injak pelaku.

Siloam, ayah Haringga, menjemput jenazah anaknya itu di RS Sartika Asih, Bandung dan membawanya ke Jatibarang, Jawa Barat, tempat asal ibunya. Haringga bersama orangtuanya tinggal di sebuah gang kecil di Jalan Bangun Nusa RT 09 RW 03, Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat.

Berdasarkan kesaksian di TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan rekaman video petugas Satreskrim Polrestabes Bandung, berhasil ditangkap tujuh orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Senin (24/9), menyebutkan, beberapa dari pelaku masih berstatus pelajar. Mereka adalah: Dadang Supriatna (19); Satria Muhammad Renaldi (17); Dani Fahmi Alamsyah (16). Empat lainnya merupakan karyawan swasta, Goni Abdullrahman (20); Aditya Anggara (19); Budiman (41) dan Dani (20).

Haringga Sirila merupakan korban ketujuh rivalitas Jakmania dan Bobotoh. Seharusnya, tidak ada lagi korban setelah ini. Jangan jadikan pembunuhan sebagai pembenaran atau ukuran bobot kecintaan suporter terhadap tim kesayangannya. Jangan!

Dari berbagai sumber, di bawah ini adalah korban-korban nyawa rivalitas antara suporter Persija dan suporter Persib:

1. Rangga Cipta Nugraha (22) – Bobotoh. Kejadian: 27-05-2012. Penyebab kematian: tusukan senjata tajam.

2. Lazuardi (29) – Bobotoh. Kejadian: 27-05-2012. Penyebab kematian: pengeroyokan.

3. Dani Maulana (17) – Bobotoh. Kejadian: 27-05-2012. Penyebab kematian: pengeroyokan

4. Gilang (24) – The Jakmania Pekalongan. Kejadian: 06-11-2016. Penyebab kematian: jatuh dari kendaraan

5. Harun Al Rasyid Lestaluhu Ambon (30) – The Jakmania Kali Malang. Kejadian: 06-11-2016
Penyebab kematian: pengeroyokan di Tol Palimanan, Cirebon.

6. Ricko Andrean (22) – Bobotoh. Kejadian: 27-07-2017. Penyebab kematian: pengeroyokan.

7. Haringga Sirila (23) –Jakmania. Kejadian: 23-9-2018. Penyebab kematian: Pengeroyokan.

Banyak yang menyesalkan tragedi kematian Haringga Sirila ini terjadi di saat dunia persepakbolaan Indonesia kembali bangkit. Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sama-sama mengurut dada. Sedih dan menyesal. Begitu pula para petinggi negeri ini, mulai dari Presiden Joko Widodo, Ketua Umum PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) Edy Rahmayadi, Menpora Imam Nahrawi, sampai ke penggemar sepakbola yang hanya jadi penonton di layar televisi.

Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade menyesalkan kejadian ini, sehingga ia langsung mengirim surat kepada Pemerintah. Menanggapi itu, Menpora Imam Nahrawi, secara resmi menghentikan sementara Liga Indonesia, gara-gara kasus pengeroyokan yang menewaskan Haringga Sirila ini.

Jika kita merujuk pada Kode Disiplin PSSI Tahun 2018, PSSI berhak menjatuhkan sanksi yang diatur. Dalam Kode Disiplin untuk jenis tindakan kekerasan kepada orang atau obyek tertentu dapat dijatuhkan saksi. Dalam hal ini, sanksi atau hukuman dijatuhkan kepada Persib, maupun Persija.

Ada lima opsi sanksi yang dapat diterapkan oleh PSSI terhadap kasus ini, yakni:

1. Setiap laga Persib melawan Persija dalam kompetisi apa pun di Indonesia dilaksanakan tanpa penonton selama lima (5) tahun, efektif sejak sanksi dikeluarkan.

2. Setiap laga Persib versus Persija di kompetisi apa pun di Indonesia tidak dipertandingkan selama lima (5) tahun, dan diganti dengan skor imbang 0-0, efektif sejak sanksi dikeluarkan.

3. Pengurangan 12 poin kepada klub yang suporternya terbukti melakukan pembunuhan kepada suporter lain.

4. Mengeluarkan atau mencabut lisensi klub terkait dari kompetisi, dalam hal ini Liga.

5. Mendegradasi klub terkait ke kasta yang lebih rendah, dalam hal ini dari Liga 1 ke Liga 2.

Dari rilis yang diterima tersebut, poin pertama dan kedua merujuk kepada insiden kekerasan suporter yang terjadi di Eropa. UEFA sebagai organisasi induk sepak bola di Benua Biru tersebut melarang klub-klub yang berasal dari Inggris bermain di level Eropa hingga lima tahun terkait insiden yang melibatkan suporter Liverpool di Stadion Heysel pada 1985 silam. Untuk poin ketiga, keempat, dan kelima sesuai Kode Disiplin PSSI sendiri.(***) www.beritalima.com

www.beritalima.com