Tujuh Fraksi DPRD Kota Madiun Sepakat, Raperda Perubahan RPJMD di Dok

  • Whatsapp

MADIUN, beritalima.com- Pembahasan Raperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 17 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Madiun tahun 2019-2024 akhirnya tuntas, Jumat 30 Juli 2021.

Pasalnya, tujuh fraksi yang ada di DPRD Kota Madiun, Jawa Timur, menerima dan menyetujui Raperda perubahan RPJMD tersebut saat Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian keputusan yang didahului dengan pemandangan umum sekaligus pendapat fraksi-fraksi tersebut. Raperda akhirnya didok untuk kemudian mendapatkan persetujuan Gubernur Jawa Timur.

Walikota Madiun, H. Maidi , mengatakan, jalannya pemerintahan di daerah wajib selaras dengan pemerintah pusat. Karenanya, saat terjadi perubahan RPJMN, pemerintah di daerah juga melakukan penyesuaian. Seperti diketahui, pandemi Covid-19 juga mengakibatkan perubahan-perubahan dalam rencana pembangunan. Sebab, sejumlah anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19.

‘’Pembahasan RPJMD inikan penyesuaian aturan-aturan baru. Kalau RPJMN-nya baru, ya kita sesuaikan,’’ kata H. Maidi.

Biarpun telah disetujui, bukan berarti tidak ada saran masukan. Salah satunya, terkait Sisa Lebih Pembiyaan Anggaran (Silpa).

Walikota menyebut, peningkatan Silpa ini dikarena pandemi Covid-19. Banyak kegiatan di OPD yang tak bisa jalan. Terutama di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga. Seperti diketahui, di OPD tersebut ada banyak kegiatan yang sifatnya mendatangkan massa. Hal tersebut tentu tidak dapat dilakukan.

‘’Selain itu, kita juga harus mengacu pada SKB tiga menteri terkait penyisihan Silpa sebesar 35 persen untuk penanganan Covid-19. Artinya, ada banyak aturan-aturan yang mengikat terkait penggunaan anggaran ini,’’ jelasnya.

Maidi menambahkan, dalam perubahan RPJMD tersebut, pemerintah daerah juga fokus dalam upaya pemulihan ekonomi. Salah satunya, dengan pembangunan titik potensi ekonomi di Kota Madiun. Seperti Lapak UMKM kelurahan, sentra kuliner Rimba Darma, hingga Ring Road Timur dan PeceLand. Sejumlah tempat tersebut diharapkan menjadi lompatan ekonomi Kota Madiun ke depan.

‘’Untuk lompatan ekonomi salah satu yang kita dahulukan. Terus kita sempurnakan, kekurangan terus kita lengkapi. Dengan begini, ke depan kita siap untuk melakukan lompatan-lompatan ekonomi,’’ pungkasnya. (Sumber Diskominfo/editor: Dibyo).

H. Maidi (kiri) bawah.

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait