Tunjangan Tak Cair, PPL dan Medik Veteriner Wadul Wabub Irwan

  • Whatsapp
www.beritalima.com
Foto: Rois (beritalima.com)

BONDOWOSO, beritalima.com -Sejumlah pejabat fungsional di lingkungan Dinas Pertanian Bondowoso yang terdiri dari penyuluh pertanian baik PNS maupun Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) dan petugas paramedik, serta medik veteriner mendatangi Wisma Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, Selasa (21/5).

Ahmad Bahrul Munir, Anggita Perhiptani, menyampaikan, bahwa kehadiran mereka untuk mempertanyakan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) yang selama empat bulan terakhir ini belum cair.

“Sebanrnya pihak PPL dan medik veteriner telah melakukan upaya komunikasi dengan Dispertan. Namun demikian belum ada respon,” ungkapnya Selasa (21/05) saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Oleh karena itu, pihaknya memohon bantuan komunikasi kepada Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat untuk percepatan pencairannya.

www.beritalima.com

“Memang kenyataanya Dispertan belum merealisasikan tunjangan penghasilan mulai Januari hingga saat ini itu tidak ada yang terealisasi sama sekali,” tuturnya.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Di samping itu, kata Bahrul Munir mengatakan bahwa pihaknya juga turut menyampaikan terjadinya disparitas nominal yang signifikan antara TP pada Pejabat Struktural dengan Pejabat Fungsional.

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

“Ada perbedaan kelas jabatan setara dalam pejabat struktural dengan kelas jabatan 4 (Setara golongn II) mendapatkan TP sebesar Rp 1,125 juta,” jelasnya.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pihaknya menambahkan sedangkan untuk jabatan fungsional penyuluh pertanian pelaksana pemula (juga setara dengan golongan II) dengan job value 570-770 mendapatkan TP sebesar Rp 400ribu hingga Rp 500ribu.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

“Oleh karena itu kami mohon ke Pak Wabup supaya kesenjangan yang begitu sangat kelihatan itu bisa dicarikan solusi, jalan tengah. Sehingga tidak terjadi disapriras angka, yang itu menyebabkan kecemburuan social. Dan itu tidak baik untuk kestabilan pemerintahan,” imbuhnya. (*/Rois)

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *