beritalima.com

Walikota Madiun ‘Bunuh’ Rentenir Berkedok Pegadaian Akte Kelahiran

  • Whatsapp

MADIUN, beritalima.com– Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, melalui Walikota H. Maidi, membagikan laptop dan seragam gratis plus ongkos menjahit kepada siswa SDN dan SMPN, yang diserahkan secara simbolis di SMPN 8, Rabu 5 Agustus 2020.

Pembagian perlengkapan sekolah gratis ini, membuat panas dingin beberapa rentenir berkedok pegadaian akte kelahiran. Bahkan usaha rentenir mereka merasa ‘dibunuh’ (baca: dimatikan) oleh walikota.

Menurut salah satu warga yang biasa menerima gadai akte kelahiran di wilayah Kecamatan Taman, Kota Madiun, RK (38), begitu satu bulan lalu beredar kabar jika Pemkot Madiun akan membagikan laptop dan seragam gratis, tidak ada satupun wali murid yang menggadaikan akte kelahiran anaknya.

“Padahal biasanya, pada tahun ajaran baru seperti ini, banyak yang menggadaikan akta kelahiran anaknya untuk beli seragam. Tahun ini sama sekali tidak ada. Ini gara gara dia (walikota),” kata RK, Rabu 5 Juli 2020.

Menurutnya lagi, besaran uang gadai, bervariasi. Mulai dari Rp. 500.000 hingga Rp. 1.500.000. Untuk akte kelahiran anak usia 0-4 tahun, bisa mencapai Rp. 1.500.000, usia 4-6 tahun Rp. 1.000.000 dan usia 6-12 cuma Rp. 500.000.

“Kalau akte kelahiran anak yang belum sekolah, berani meminjami tinggi. Soalnya kalau anaknya mau masuk sekolah, khan harus pakai akte. Jadi segera diambil,” dalih RK.

Sedangkan untuk bunga, selama belum bisa mengambil atau melunasi, dipatok sebesar 10 persen dari nilai pinjaman, tiap bulan. Sementara itu ketika awal meminjam, dipotong 5 persen dari nilai pinjaman dengan dalih biaya ‘administrasi’.

Diberitakan sebelumnya, Walikota Madiun, menyerahkan langsung laptop dan seragam gratis plus ongkos untuk menjahit bagi siswa SDN dan SMPN, yang dipusatkan di SMPN 8, Jalan Pilang Mulya Nomor 20, Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Rabu 5 Agustus 2020.

Walikota Madiun, H. Maidi, mengatakan, pembagian laptop gratis ini, merupakan salah satu program Panca Karya dua tahun lalu. Yakni bagian dari Madiun Pintar, Melayani, Membangun, Peduli dan Terbuka.

“Impian ini telah terwujud dan sudah kita bagikan kepada anak anak. Dan tidak menyangka, saat ini pandemi Corona. Sehingga laptop ini benar benar berguna bagi siswa,” tutur H. Maidi.

Sedangkan seragam sekolah gratis plus ongkos jahit, sebagai upaya Pemkot Madiun untuk meringankan beban orang tua siswa pada tahun ajaran baru di saat pandemi Corona.

“Kalau tahun tahun lalu, pada tahun ajaran baru, banyak yang menggadaikan gelang, kalung dan BPKP, termasuk hutang bank thithil (rentenir harian berkedok koperasi), untuk membelikan seragam anak anak. Sekarang tidak lagi,” tandasnya.

Untuk diketahui, pada ajaran baru tahun ini, Pemkot Madiun membagikan laptop gratis kepada siswa SDN Kelas V dan SMPN Kelas VIII, dengan total sebanyak 5.425 unit dengan harga laptop per unit sekhtar Rp.7 juta.

Sedangkan untuk seragam gratis, diberikan kepada seluruh siswa baru SDN dan SMPN plus ongkos menjahit. Untuk siswa SD sebesar Rp.240.000 dan SMP sebesar Rp. 259.200. (dibyo).

Ket. Foto: H. Maidi/dok. beritalima.com.

beritalima.com beritalima.com

Pos terkait