beritalima.com

800 Guru Wonosobo Ikuti Seminar Problematika dan Tantangan Guru dalam Menghadapi Era Digital Industri 4.0

  • Whatsapp
dikpora wonosobo

WONOSOBO, beritalima.com | Menghadapi era yang serba digital seperti saat ini seorang pendidik dituntut mampu menguasai tekhnologi sehingga tidak ketinggalan para siswanya sebagai generasi millenial. Menghadapi tantangan tersebut Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Wonosobo pada Kamis (14/11) yang didukung Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Wonosobo mengadakan seminar pendidikan yang mengangkat tema Problematika Dan Tantangan Guru Dalam Menghadapi Era Digital Industri 4.0 di Gedung Sasana Adipura Wonosobo.

Tampak pada seminar tersebut diikuti lebih dari 800 guru dengan nara sumber Ardan Sirodjuddin, MPD, Kepala SMK N 2 Tuntang Semarang. yang juga merupakan Assesor LPM Multimedia dan seorang penulis. Keynote speaker pada acara tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Wonosobo, Drs. Sigit Sukarsana, MSi dan dibuka oleh Bupati Wonosobo.

Bacaan Lainnya

Pada acara tersebut Kepala Dikpora Kabupaten Wonosobo menyampaikan guru harus selalu melakukan upgrade kompetensi.

“Peran guru dalam pendidikan karakter tidak akan dapat tergantikan tapi peran guru dalam pengajaran dapat diambil alih dengan teknologi.” Ucap Drs. Sigit Sukarsana, MSi

Tambahnya, Guru harus selain membuat siswa menjadi cerdas, sehat dan mahir dalam bidang tekhnologi digital dan produk sekolah juga harus memiliki “nilai jual” sesuai kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, SE, MM, mengingatkan sekarang masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait permasalahan pendidikan, dan tantangan akan semakin kompleks.

“Untuk itu, disiplin dan semangat kerja para pendidik harus terus ditingkatkan. Disamping itu, kepada para pendidik, untuk melakukan pengawasan terhadap anak didiknya, khususnya terkait penggunaan media sosial.” Ujar Eko Purnomo.

Hal tersebut, jelas Bupati, agar mereka tidak salah memanfaatkan teknologi atau media sosial, seperti Instagram, Facebook atau yang lainnya.

“Perlu adanya peningkatan penanaman pendidikan karakter di sekolah, dan hal ini akan lebih efektif jika asosiasi MKKS meningkatkan perannya sesuai tupoksi melalui pendekatan yang disesuaikan dengan karakter usia anak.” Harapnya.

Dikatakannya dewasa ini, masyarakat kita semakin maju dan cerdas, pandangan-pandangan publik senantiasa kritis, dan opini-opini semakin berkembang. Selain sebagai buah dari dinamika pembangunan, juga merupakan dampak langsung dari keterbukaan informasi, yang benar-benar terbuka dan mendunia. Masyarakat cepat belajar dan mengetahui dari apa yang terjadi di daerah lain, hal-hal yang positif tentang penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, sehingga tidak mustahil masyarakat menuntut, agar kemajuan itu dapat segera diterapkan dan diwujudkan pula di Kabupaten Wonosobo.

Membangun karakter bangsa, adalah tugas dan inti pokok tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, pendidikan mempunyai tugas penting dalam menciptakan pribadi yang berkarakter kuat, baik secara moral maupun kultural dengan landasan budaya pribadi dan sosial, untuk mencapai kemajuan dengan tetap berpijak pada karakter masyarakat dan bangsa.

Sedangkan Ardan Sirodjuddin, MPD, nara sumber tunggal menyampaikan bahwa tidak ada pilihan lain yang dimiliki para guru selain melakukan perubahan sesuai perubahan zaman.

“Bersama dengan pola peningkatan penggunaan data internet, pola pendidikan berjalan sejajar menjadi blended learning yaitu program pendidikan formal yang memungkinkan siswa belajar melalui konten dan petunjuk yang disampaikan secara daring dengan kendali mandiri terhadap waktu, tempat, urutan, maupun kecepatan belajar.” Jelas Asesesor LPM Multimedia dan penulis ini  (Budi)

 

beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *