Jakarta, beritalima.com|- Sejumlah aktivis Nasionalis, Islam dan Purnawirawan TNI gelar aksi bersama di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (16/5), terkait peringatan satu tahun mendatangi kampus Universitas Gajah Mada (UGM) dan kediaman mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan agenda ‘Bongkar Kasus Ijazah Palsu Jokowi’.
Menurut Budiman dari Barisan Krida Patriot yang tergabung dalam komunitas GAKSI (Gerakan Kebanggsaan Selamatkan Indonesia), desak Presiden Prabowo Subianto untuk menunjukan kedaulatan atau kekuasaannya sebagai Presiden untuk konsekuen dan konsisten memberantas korupsi juga menjaga konstitusi bangsa.
“Karena yang sudah terjadi kita ketahui bersama mengenai ijazah mantan Presiden Jokowi itu, kami berkeyakinan ijazah Jokowi palsu sebelum dibuktikan kebenarannya oleh yang bersangkutan.,” kata Budiman disela-sela aksi.
Sementara massa aksi lainnya, Muhammad Ismeth menyebut, “karena begitu takutnya Jokowi menunjukan ijazahnya. Dan juga terbukti gaya menantangnya itu, mau menunjukan ijazahnya mulai dari SD, SMP, SMA dan S1 nya di pengadilan tidak terbukti. Padahal pengadilan itu berada di wilayah kediamannya. Dari sini kita bisa menyaksikan nahwa memang Jokowi itu jadi sumber masalah.”
Mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko yang turut hadir menambahkan, intinya para aktivis dan purnawiran yang mengggelar aksi massa ini meminta atau memaksa Jokowi menunjukan ijazahnya.
“Saya dari kelompok GAKSI berpendapat, sebenarnya masalah ijazah Jokowi ini sudah gak perlu lagi didiskusikan. Karena diduga kuat atau dipastikan Jokowi ini tidak punya ijazah S1. Itu berdasarkan penelitian ilmiah Roy Suryo dan kawan-kawan,” terang Soenarko.
Soenarko meminta pertanggungjawaban pemerintah, dalam hal ini Presiden Prabowo dan semua kementerian dan lembaga dibawah kontrol Prabowo, terutama penegak hukum, untuk menuntaskan kasus ijazah palsu Jokowi ini.
Jurnalis: rendy/abri








