Penyelundupan 1,2 Ton Timah Ilegal Digagalkan Satlap Tri Cakti bersama Tim Intelrem 045/Gaya

  • Whatsapp
Penyelundupan 1,2 ton Timah ilegal digagalkan Satlap Tri Cakti bersama Tim Intelrem 045/Gaya (foto: puspentni)

Muntok, beritalima.com| – Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti bersama Tim TNI dari Intelrem 045/Gaya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan timah ilegal dalam bentuk balok dan bongkahan seberat kurang lebih 1.294 Kg (1,2 ton) di Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, Bangka Barat (1/5).

Dalam operasi ini, petugas mengamankan satu unit kendaraan Innova Reborn B 1320 ZM serta tiga orang terduga pelaku di dalamnya. Proses penangkapan bermula saat anggota Pos Selindung dan Pos Belo Laut bersama Tim Intelrem 045/Gaya patroli pengamanan rutin bagi kendaraan yang akan menyeberang menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api, Palembang (Sumatera Selatan).

Petugas menaruh kecurigaan pada sebuah mobil Innova Reborn yang tampak mengangkut beban sangat berat pada posisi depan dan belakang. Saat digeladah intensif oleh anggota Satlap Tri Cakti dan anggota Tim Intelrem 045/Gaya, ditemukan barang bukti berupa 61 keping timah balok dan satu karung bongkahan timah dengan total berat mencapai 1.294 Kg.

Identitas terduga pelaku dari pemeriksaan awal, tiga orang dalam kendaraan tersebut, yaitu AHAI, seorang oknum anggota Korem 045/Gaya RA, laki-laki status mahasiswa/pelajar asal Palembang dan KRH perempuan, status mahasiswa/pelajar asal Kabupaten Bangka.

Hasil pemeriksaan sementara dari keterangan terduga pelaku, aksi penyelundupan ini menggunakan rute Pelabuhan Tanjung Kalian menuju Tanjung Api-Api, kemudian melalui Pelabuhan Bakauheni – Merak, dengan tujuan akhir Jakarta.

Timah tersebut diketahui berasal dari masyarakat di wilayah Kab. Bangka Selatan dan Kab. Bangka Tengah. Terduga pelaku mengaku menjalankan usaha ini secara mandiri dengan modal pribadi dan pihak keluarga. Seluruh terduga pelaku tengah diperiksa awal Satlap Tri Cakti bersama Staf Intelrem 045/Gaya, guna mengungkap asal-usul timah serta jaringan jalur penyelundupan yang digunakan.

Pihak Satlap Tri Cakti dan Korem 045/Gaya menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengawasan di seluruh pintu keluar-masuk pelabuhan sebagai langkah strategis menekan praktek penambangan dan perdagangan sumber daya alam ilegal. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan guna mencegah distribusi mineral tanpa izin yang berpotensi merugikan keuangan negara serta merusak tata kelola sektor pertambangan.

Jurnalis: abri/dedy

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait