Acèh, Beritalima.com ( Transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh kembali mendapat dukungan baru. PT Bank Aceh Syariah resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT PosSaku Mitra Usaha untuk memperkuat digitalisasi UMKM melalui integrasi layanan keuangan dan teknologi Point of Sale (POS).
Kerja sama tersebut bertujuan membangun ekosistem usaha yang lebih modern, terintegrasi, dan mampu menjawab tantangan ekonomi digital yang terus berkembang. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat mempercepat adaptasi pelaku usaha terhadap sistem transaksi digital.
Melalui kerja sama itu, merchant Bank Aceh akan memperoleh akses ke aplikasi POS milik PosSaku yang telah terintegrasi langsung dengan sistem pembayaran QRIS Bank Aceh. Integrasi tersebut memungkinkan proses transaksi berlangsung lebih praktis dan efisien.
Selain menerima pembayaran digital dengan mudah, pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mengelola transaksi usaha, inventaris barang, hingga laporan keuangan dalam satu platform terpadu.
Sistem digital ini diharapkan mampu menggantikan proses manual yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama perkembangan UMKM.
Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, Hendra Supardi mengatakan, pelaku UMKM saat ini dituntut untuk mampu mengikuti perkembangan teknologi agar dapat bersaing di era digital.
“UMKM hari ini tidak cukup hanya ‘jalan’, tapi harus bisa ‘lari’ mengikuti perkembangan zaman. Kolaborasi ini kami hadirkan supaya pelaku usaha di Aceh bisa langsung adaptif dengan sistem digital tanpa harus ribet mulai dari nol,” ujar Hendra Supardi.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Produk dan Ekosistem PosSaku, Muharrir Hasbi menyebutkan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting dalam memperluas dampak digitalisasi UMKM di Aceh.
Menurut Muharrir, integrasi sistem pembayaran dan pencatatan usaha akan membantu pelaku UMKM lebih fokus mengembangkan bisnis mereka tanpa harus direpotkan dengan pengelolaan administrasi secara manual.
“Kami percaya, ketika sistem pembayaran dan pencatatan usaha sudah terintegrasi, pelaku UMKM bisa lebih fokus ke hal yang paling penting: mengembangkan bisnis mereka. Sisanya, biar sistem yang bantu kerja,” katanya.
Kerja sama tersebut juga mencakup program pemasaran bersama atau cross marketing, edukasi merchant, serta pemberian skema harga khusus bagi pelaku usaha yang tergabung dalam ekosistem Bank Aceh.
Dalam pelaksanaannya, proses onboarding merchant dirancang cepat dan praktis. Bank Aceh dan PosSaku menargetkan proses verifikasi hingga aktivasi layanan dapat diselesaikan maksimal dalam tiga hari kerja.
Ke depan, kedua pihak membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas, termasuk inovasi layanan digital dan program pendampingan berkelanjutan bagi UMKM. Melalui kolaborasi ini, digitalisasi diharapkan tidak lagi menjadi sekadar wacana, melainkan langkah nyata menuju UMKM Aceh yang lebih kompetitif, tertib administrasi, transparan, dan berdaya saing tinggi.,”(A79)








