Bupati Kepulauan Sula Buka Diklat Banser Tahun 2019

  • Whatsapp
www.beritalima.com

KEPULAUANSULA,beritaLima.com – Bupati Kabupaten Kepulaun Sula, Provinsi Maluku Utara (Malut) Hendrata Theis membuka resmi  Diklat Terpadu Dasar (DTD) dan Konfrensi Cabang – II Gerakan Pemuda Ansor Serbaguna (Banser) Sabtu (14 /09) malam yang dipusatkan Gedung Cakalele Desa Mangon, Kecamatan Sanana.

Diklat Banser “Dengan Tema, “Peningkatan Tertib Organisasi, Kaderisasi Secara Rogulet & Bela Negara Untuk Kejayaan Negeri”

Dihadiri dalam kegiatan tersebut,
Waka Polres Kepulauan Sula,
Kompol Arifin La Ode Buri, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Wilayah Provinsi Maluku Utara, Salim Taip, Satkornas GP, Mahdani Hamzah, Satkornas GP Ansor Prov Malut, Hamdmad Yani, Ketua GP Ansor Kepsul, Sahbudin Lumbesi, NU Kabupaten Kepsul, Hi. Ahir Umahuk, Seretaris PCNU Kepsul, Hi. Haryono Subiyanto, Sekretaris Dewan Tanfidz NU, Kahar Panigfat SH, Sekretaris Dewan Tanfidz NU, Asisten III, Hi. Zaidun dan Para SKPD Kepsul serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Para pimpinan organisasi Islam, politik, Sosial, pemuda dan kemahasiswaan

Sambutan Ketua Wilayah Gerakan Pemuda Ansor, Provinsi Maluku Utara, Salim Taip mengatakan bahwa terjadi percakapan yang melelahkan, begitu changinya ilmu teknologi yang saat ini terjadi, sehinga pada akihrnya kita tidak saling mengetahui satu dengan yang lain, Indonesai merupakan surga yang berada di bumi oleh karena itu banyak negara – negara lain yang iri dengan negara kita dengan cara mempecah belah talih selaturahmi antara umat beragama yang berada di Indonesia

Sehingga kita patuh berbanga menjadi bagain dari Gerakan Pemuda Ansor dan Banser, karna kita merupakan garda terdepan sebagai gerkan pemuda terdepan di Indonesia, “kata Salim

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Kemudian sambutan dari Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes
menyampaikan, saat ini gerakan pemuda Ansor menjadi salah satu lembaga dibawah NU selalu siap menjaga keutuhan NKRI dan menentang segala paham dan gerakan yang bertolak belakang dengan keutuhan Bangsa yang kita cintai dan juga banyak gerakan radikalisme yang ingin merongrong NKRI namun GP Ansor sebagai anak dari Nahdatul Ulama ingin melestarikan kebininekaan di Indonesia

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

“Gerakan Pemuda Ansor sebagai lembaga di bawah pihak NU siap menentang segala gerakan yang bertolak belakang dengan Bangsa.sebagimana yang selalu didengungkan oleh pemuda bahwa Nasir NU NKRI harga mati” jelas Hendrata

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Selanjutnya, Saya selaku kepala daerah berharap bahwa keberagaman dan kerukanan umat beragama di Kepulauan Sula dan di Indonesia harus di jaga. “Jangan biarkan radikalisme memecah belah persaudaraan yang diwariskan nenek moyang sebelumnya

www.beritalima.com
www.beritalima.com

“Ansor sebagai organisasi kepemudaan Agama, Kenegaraan, saya yakin siap menjaga negara dari gerakan yang merongrong ke utahan bangsa. dari sisi keagamaan kepemudaan terus di kedepankan untuk mencetak kader yang bermanfaat bagi Bangsa dan Agama, “tutur Hendrata

www.beritalima.com

Dia berharap pada Muscab Ke- II GP Ansor mampu melahirkan kader kader dan pemuda pemuda terbaik untuk Sula yang lebih baik untuk yang lebih beradab Sula dan yang lebih baik.

Untuk itu, Menjelang Pilkada Kepulaun Sula 2020 mendatang Bupati Kepsul sampikan kepada Keluarga Besar NU Ansor untuk sama sama menjaga stabilitas politik yang akan memanas karna banyak godaan yang kita hadapi di Daerah ini.

“Kita akan diuji apakah Pemilu 2020 dapat berjalan dengan damai adil dan demokratis, Peace Full, free and Fair election, kita akan di uji apakah pemilu ini bebas dari intimidasi yang akan menggangu kedaulatan rakyat untuk menjatuhkan pilihannya, ”ajak Bupati

Dia juga menambahkan, Menjelang Pemilihan Umum tahun 2020 stabilitas politik akan makin memanas banyak godaan dan ujian yang akan kita hadapi daerah ini kembali akan diuji Apakah Pemilu tahun 2020 ini dapat berlangsung secara damai adil dan demokratis.

Lanjut Bupati, Kita akan diuji Apakah Pemilu ini bebas dari intimidasi yang akan mengganggu kedaulatan rakyat untuk menjatuhkan pilihannya kekuatan atau power yang dimiliki oleh siapapun tidaklah boleh untuk mengintimidasi dan memaksa seseorang agar memiliki aliran atau partai politik tertentu, “ucap Hendrata [DN]

www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *