Bupati Kota Waringin Barat Resmikan Kampung Segoro

oleh -71 views

PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat, Bambang Purwanto meresmikan pendirian komplek perumahan Kampxung Segoro. Permukiman yang bakal dihuni para buruh migran Indonesia (BMI), terletak di Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten  Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Semoga setelah diresmikan, Kampung Segoro bisa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Kalteng, khususnya Kobar,” kata Bupati Kobar, Bambang Purwanto dalam sambutannya sesaat sebelum menandatangani prasasti peresmian Kampung Segoro, Rabu (27/7/2016).

Tahap awal, tidak kurang dari 50 buruh migran Indonesia yang saat ini tengah bekerja di berbagai negara akan menetap di Kampung Segoro. Mereka akan menjadi penduduk transmigrasi swadaya lewat Program Kampung Segoro yang diprakarsai Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP)  Hong Kong.


Menurut Pembina BaraJP Hong Kong, Fery Alfiand, limapuluhan BMI tersebut akan menempati komplek perumahan seluas kurang lebih lima hektare di kawasan Sungai Sintuk, yang dinamakan Kampung Segoro. Segoro adalah akronim dari ‘Semangat Gotong Royong’. Selain menjadi perumahan, lokasi tersebut diproyeksi menjadi lingkungan industri rumah tangga yang antara lain akan memproduksi beragam produk bidang pertanian, perikanan, dan perkebunan.

Pemilihan Desa Sungai Kapitan sebagai lokasi pelaksanaan Program Kampung Segoro bukan tanpa alasan. Menurut Fery Alfiand, di desa ini telah berdiri berbagai fasilitas yang bisa menyokong industri rumah tangga yang akan dijalankan anak-anak asuhnya. Dia juga menerangkan, sebelum resmi menjadi penghuni Kampung Segoro, para BMI terlebih dahulu dibekali keterampilan memproduksi berbagai produk pangan olahan dan keterampilan lain.

“Sehingga ketika sudah tidak lagi bekerja di luar negeri, para BMI tersebut masih memiliki penghasilan dari usaha bersama yang akan mereka jalankan nanti,” kata Fery Alfiand.

Kepala Desa Sungai Kapitan, Mulkan, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik kedatangan para BMI. Dia berharap, kehadiran penduduk baru bisa menambah dinamika perekonomian di desanya. “Saya bangga desa ini menjadi tujuan para BMI setelah mereka berhenti bekerja di luar negeri nantinya. Apalagi di sini mereka akan menjalankan usaha yang berkaitan erat dengan sejumlah program desa dan daerah,” ujar Mulkan yang ditemui seusai acara.

Hal itu diamini Trismini Sugito, salah seorang BMI asal Blitar, Jawa Timur, yang merupakan Koordinator Program Kampung Segoro-BaraJP Hong Kong. “Sambil bekerja di luar negeri, kami mempersiapkan diri untuk membuka ladang usaha baru di sini. Dengan bekal pengetahuan yang sudah kami dapat, mudah-mudahan semua berjalan lancar,” ujarnya.

Program Kampung Segoro didukung Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU), Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Pusat Inkubasi Usaha Kecil Universitas Brawijaya. (Borneonews/RO/N)