CSR PT Toarco Jaya Tak Jelas Komisi II Pertanyakan

  • Whatsapp

Toraja Utara-www.beritalima.com-PT Toarco Jaya,perusahaan pengelola kopi,berdiri sejak tahun 1974 di Kabupaten Toraja Utara,di nilai oleh komisi II belum memberikan kontribusi apa-apa di rasakan oleh masyarakat Toraja Utara.

Sebagai perusahaan kopi,yang diekspor ke Jepang, akhirnya di hearing oleh komisi II DPRD,Selasa (11/5),diruang rapat komisi guna mendengarkan pendapat pengelola, terkait kehadiran Toarco Jaya di Toraja.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Komisi II,Alexander Rante Tondok,kehadiran Toarco Jaya menurut dia belum melakukan ketentuan Undang-Undang No 25/40/2007 terkait Corporate Social Responsibility (CSR).

beritalima.com

“Toarco Jaya perusahaan bunavit,dan sudah lama beroperasi di Toraja,harusnya mereka memperhatikan masalah CSR nya,yang berdampak penguatan ekonomi masyarakat.Sehingga kehadiran Toarco Jaya sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi warga”,tegas Alexander.

Dalam hearing itu,ketua komisi II,juga menyoroti harga kopi yang merupakan komoditi ekspor,namun harga kopi justru lebih mahal dari harga beras.

beritalima.com

“Ini sungguh memiriskan hati kami,apa ada permainan,yang dimainkan oleh eksportir kopi hingga berdampak harga kopi masih murah di Toraja,terutama harga kopi di petani kopi,”tambahnya lagi.

Anggota dewan itu juga menambahkan,sektor pembenahan infrastuktur, dia juga melihat belum ada yang menonjol, dilakukan oleh Toarco Jaya.Pun menyangkut Sosial,misalnya pengobatan gratis dan memberikan bantuan beasiswa juga tidak jelas.

“Faktor inilah membuat kami melakukan hearing,terkait ketidak jelasan menyangkut CSR,ini semua harus jelas,menyangkut pembagian royalti”,tegas Alex.

Sekedar ketahui,Toarco Jaya yang memiliki lahan perkebunan, terpencar beberapa titik lokasi di Toraja,seperti di Bokin,tercatat luas kebun yang dikelola oleh Toarco Jaya kurang lebih 300 hektor . Lokasi yang lain misalnya di Sesean Saluara luas kebun kopi yang di kelola Perusahaan Jepang itu,juga ratusan hektar, dengan Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Guna Usaha (HGU).

Sementara salah seorang staf Managemen PT Toarco Jaya,Ruben,saat dikonfirmasi,belum bisa memberikan keterangan.”Rekan-rekan pers kami belum bisa memberikan kerangan secara rinci,masih ada atasan kami,”kilah Ruben disela-sela hearing itu berlangsung.(Gede Siwa)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *