SURABAYA, beritalima.com – Kepengurusan baru Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (Peradi SAI) Surabaya resmi dilantik, Rabu (6/5/2026) malam. Di bawah komando Dr Tonic Tangkau, organisasi advokat itu langsung menegaskan agenda besar, membenahi integritas profesi hukum dan memperluas akses bantuan hukum gratis bagi masyarakat.
Pelantikan 93 pengurus DPC Peradi SAI Surabaya tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan penegak hukum, di antaranya Ketua Dewan Pembina Peradi SAI Juniver Girsang, Ketua Umum DPN Peradi SAI Harry Ponto, Sekjen A. Patra M. Zen, anggota Komisi III DPR RI Machfud Arifin dan Arteria Dahlan, Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Timur Sujatmiko, Kajari Surabaya Tri Anggoro Mukti, Kajari Tanjung Perak Darwis Burhansyah, hingga Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga Hadi Shubhan.
Usai dilantik, Tonic menegaskan kepengurusannya tidak hanya melanjutkan program lama, tetapi juga melakukan konsolidasi internal untuk membangun organisasi advokat yang lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami melanjutkan fondasi yang sudah baik, tetapi ada fokus baru, terutama pembenahan organisasi agar lebih solid, profesional, dan adaptif,” ujar Tonic kepada wartawan.
Ia menekankan peningkatan kualitas advokat, terutama dalam aspek etika dan moral profesi, menjadi prioritas utama. Menurutnya, predikat advokat sebagai officium nobile tidak boleh berhenti sebagai slogan semata.
“Itu bukan sekadar gelar, tetapi tanggung jawab besar. Advokat harus terus belajar, memperbaiki diri, dan menjaga nilai-nilai profesi yang luhur,” tegasnya.
Tonic juga menyoroti masih kuatnya stigma “no money no justice” di tengah masyarakat. Karena itu, Peradi SAI Surabaya berkomitmen mendorong layanan hukum yang bisa diakses seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga tidak mampu.
“Advokat harus hadir untuk semua pencari keadilan, bukan hanya bagi mereka yang mampu secara finansial. Integritas dan akses keadilan harus berjalan beriringan,” katanya.
Dalam waktu dekat, Peradi SAI Surabaya juga menyiapkan kerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya untuk menghadirkan pendampingan hukum hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Menurut Tonic, program tersebut bukan sekadar konsep seremonial, melainkan akan diwujudkan dalam bentuk layanan nyata yang langsung menyentuh masyarakat bawah.
“Kami mendapat harapan dari Wali Kota agar advokat hadir sampai tingkat kecamatan dan kelurahan. Ini langkah positif agar masyarakat lebih mudah mendapatkan akses hukum,” ujarnya.
Menariknya, kepengurusan DPC Peradi SAI Surabaya kali ini didominasi generasi muda. Sekitar 75 persen pengurus berasal dari kalangan muda sebagai bagian dari regenerasi organisasi advokat.
“Generasi senior akan menjadi pembimbing, sementara anak-anak muda menjadi garda terdepan memperjuangkan keadilan,” tandasnya.
Tonic memastikan program bantuan hukum cuma-cuma atau pro bono tetap menjadi komitmen utama organisasinya. Bahkan, layanan pendampingan hukum di tingkat kelurahan dan kecamatan nantinya dipastikan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
“Jika pendampingan dilakukan di kelurahan atau kecamatan, itu sepenuhnya tanpa biaya,” pungkasnya. (Han)








