Gagal Paham Kok Masih Dipelihara

  • Whatsapp

beritalima.com | Salah satu penyebab Anda sering gagal paham adalah karena tidak memahami tujuan hidup. Mengapa tujuan hidup itu penting? Karena itulah yang akan memandu Anda agar fokus dan sampai pada target yang harus dicapai.

Seperti contoh ketika Anda sedang bepergian. Bila Anda tidak punya arah tujuan yang jelas, akan berputar-putar saja dan tidak akan sampai ke tempatnya. Begitupun dengan tujuan Anda berorganisasi, maju sebagai calon Bupati, atau Walikota. Jika tujuan berorganisasi dan nyalon sebagai Bupati atau Walikota tersebut demi kepentingan diri sendiri, tidak didasari niat pengabdian, akan terjadi kerugian besar di kemudian hari.

Setidaknya, ketika Anda gabung di organisasi atau bertekat maju sebagai Bupati atau Walikota, harus paham betul AD/ARTnya, visi dan misinya. Target pencapaian lima tahun mendatang buat daerah apa. Program nyata yang bisa dinikmati oleh warga masyarakat apa.

Hidup ini adalah pilihan, Anda harus bisa memilih mana yang terbaik dan mengukur kemampuan diri. Rajin-rajinlah belajar pengalaman dari orang lain, kembangkan pasion yang sudah Anda miliki. Jangan hanya berpatokan pada satu usaha. Anda harus punya rencana atau plan A, B dan C. Supaya kedepan jika usaha yang satu menemui jalan buntu masih ada solusinya.

Semua masalah akan terasa sulit jika dihadapi sendiri, tapi akan lebih mudah jika Anda kerjakan bersama-sama. Maka daripada itu dalam menjalankan tugas, atau pekerjaan lakukan kerjasama dengan orang lain. Diskusikan dulu bagaimana caranya agar bisa cepat kelar dan membawa manfaat bagi orang banyak.

Prinsipnya seperti berorganisasi dan maju sebagai Bupati atau Walikota. Kalau Anda belum tahu kiatnya, sebaiknya Anda berguru dulu dengan ahlinya. Setidaknya Anda harus mempunyai orang kepercayaan atau penasehat pribadi.

www.beritalima.com

Jangan sampai terjadi gagal paham. Gagal paham dalam kebijakan organisasi bisa berakibat fatal. Karena di dalam organisasi tersebut banyak orang atau masyarakat yang mengantungkan hidupnya demi masa depan.

Begitu juga kalau Anda sampai gagal paham dalam meraih cita-cita, menjadi Bupati atau Walikota dampaknya akan sangat menyakitkan. Pertama rugi waktu, tenaga, pikiran dan yang jelas juga rugi harta benda. Bisa diibaratkan, kesempatan emas terlepas dari genggaman tangan.

Gagal paham biasanya lebih dikarenakan kesombongan, karena merasa berilmu dan sudah tidak mau lagi menerima saran dari orang lain. Anda selalu merasa percaya diri, nyaman dengan pendapat sendiri. Sehingga menganggap pendapat orang lain tidak ada artinya.

Orang yang sombong, merasa benar sendiri dan tidak peduli dengan orang lain bisa diibaratkan seperti “Dursasana”.

Dalam pewayangan Jawa, Dursasana memiliki seorang istri bernama Dewi Saltani, dan seorang putra yang kesaktiannya melebihi dirinya, bernama Dursala. Ia digambarkan sebagai wayang dengan tubuh yang gagah, bermulut lebar, dan mempunyai sifat sombong, suka bertindak sewenang-wenang, gemar menggoda wanita, dan senang menghina orang lain.

Menurut kami gagal paham itu banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Tidak baik bagi seorang calon pemimpin masa depan. Jika sifat tersebut tetap dipertahankan bakal merusak tatanan kehidupan dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Maka daripada itu buanglah jauh-jauh sifat sombong, takabur, merasa benar sendiri dan tidak peduli kepada orang lain. Menjadikan orang lain hanya sebagai tabal butuh saja.

Ingat dan sadarlah, atas jasa orang lain yang pernah membantu Anda mencapai sukses, jasa mereka yang berkeringat membantu Anda menjadi orang nomor satu di daerah. “Jangan habis manis sepah dibuang”. Jaman sudah global gagal paham kok masih dipelihara, apa kata dunia. Bagaimana pendapat Anda?

Surabaya , 22 September 2019

Cak Deky

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *