Harisandi Savari Dorong Madura Jadi Pusat Industri Garam Nasional

  • Whatsapp

SURABAYA, beritalima.com | Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari daerah pemilihan Madura, Raden Harisandi Savari mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk serius menjadikan Madura sebagai pusat industri garam nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurut Harisandi, potensi garam di Madura selama ini belum dikelola secara maksimal, padahal wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan produksi garam terbesar di Indonesia.

“Madura tidak cukup hanya dikenal sebagai penghasil garam. Kita harus naik kelas menjadi kawasan industri garam nasional yang modern, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar legislator PKS itu.

Ia menilai selama bertahun-tahun petani garam di Madura masih menghadapi berbagai persoalan klasik, mulai dari harga garam yang tidak stabil, minimnya gudang penyimpanan, lemahnya teknologi produksi, hingga masuknya garam impor yang kerap memukul harga garam rakyat.

Karena itu, DPRD provinsi Jatim meminta pemerintah menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada petani garam lokal.

Salah satunya melalui penguatan hilirisasi industri garam dengan membangun kawasan industri berbasis garam di Madura.

Menurutnya, pengembangan industri tersebut bisa mencakup sektor garam konsumsi, farmasi, kosmetik, hingga kebutuhan industri nasional lainnya.

“Jangan sampai Madura hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Garam Madura harus menjadi kekuatan ekonomi daerah dan sumber kesejahteraan masyarakat pesisir,” tegasnya.

Politikus muda asal Madura itu juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung untuk memperkuat ekosistem industri garam.

Ia menyebut akses distribusi, gudang modern, teknologi pengolahan, hingga dukungan pembiayaan bagi petani garam dan UMKM turunan garam harus menjadi perhatian pemerintah.

Menurut Harisandi, jika dikelola secara serius dan terintegrasi, sektor industri garam dapat menjadi instrumen strategis untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Madura yang hingga kini masih relatif tinggi dibanding beberapa daerah lain di Jawa Timur.

“Ketika industri garam tumbuh, maka akan lahir lapangan kerja baru, usaha baru, dan perputaran ekonomi masyarakat pesisir. Ini bukan sekadar soal garam, tetapi soal masa depan ekonomi Madura,” jelasnya.

Ia berharap Pemprov Jatim memasukkan pengembangan industri garam Madura sebagai salah satu program prioritas daerah. Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMD, dan sektor swasta dinilai penting agar Madura benar-benar mampu menjadi poros industri garam Indonesia.

“Potensi besar ini jangan sampai terus terabaikan. Madura punya kekuatan alam dan sumber daya masyarakat yang luar biasa untuk menjadi pusat industri garam nasional,” pungkasnya.(Yul)

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait