Kasus Korupsi Walikota Madiun, Dua Mantan Kajari Bantah Terima ‘Setoran’

oleh -100 views

MADIUN, beritalima.com- Dalam sidang kasus korupsi, gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan terdakwa Walikota Madiun (non aktif) H. Bambang Irianto di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Selasa (18/4) kemarin, salah satu saksi menerangkan jika dalam kurun waktu 2009-2016, ada ‘setoran’ ke sebagian jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan oknum anggota DPRD Kota Madiun yang nilainya mencapai Rp.6,5 milyar.

Ketika nama sebagian jajaran Forkopimda disebut menerima ‘setoran’, dua mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Madiun semasa Bambang Irianto menjabat sebagai Walikota, langsung angkat bicara. Dua mantan Kajari itu yakni H. Isno Ihsan dan Ninik Mariyanti.

Kepada beritalima.com, H. Isno Ihsan mengaku sama sekali tidak pernah menerima setoran dari Walikota Madiun, baik langsung maupun tidak langsung, dalam bentuk apapun.


“Duwit opo….ora nate nDa. Ora nate aku nompo duwit ko Walikota (Uang apa….tidak pernah, Mas. Tidak pernah saya terima uang dari Walikota),” kata H. Isno Ihsan, kepada beritalima.com melalui sambungan telepun, Rabu 19 April 2017, siang.

Hal senada juga disampaikan oleh Ninik Mariyanti. Menurutnya, ia juga tidak pernah menerima setoran dalam bentuk apapun. Apalagi menerima uang dari Bambang Irianto, baik langsung maupun tidak langsung.

“Wah…nggak pernah menerima setoran itu, pak…’” tandas Ninik Mariyanti, melalui pesan singkat, kepada beritalima.com, Rabu 19 April 2017, siang.

Saat menjabat sebagai Kajari Madiun, Ninik Mariyanti merupakan Kajari pertama yang membongkar kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Kota Madiun (PBM). Namun kemudian, kasus PBM ditarik ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Tapi kemudian kasus PBM tenggelam. Sedangkan Ninik Mariyanti, dimutasi ke Kejaksaan Agung. Kemudian kasus PBM ditangani oleh KPK.

Untuk diketahui, dalam kurun waktu 2009-2016, ada enam orang jaksa yang menjabat sebagai Kajari Madiun. Yakni Mangiring Siahaan (2007-2009), Isno Ihsan (2009-2010), Ninik Mariyanti (2010-2012), Suherlan (2012-2014), Suluh Dumadi (2014-2016) dan mulai tahun 2016 hingga sekarang, dijabat oleh Paris Pasaribu. (Dibyo).

Ket. Foto: Ninik Mariyanti (kiri) H. Isno Ihsan (kanan)
Foto Dok: Dibyo/beritalima.com