Ketua Fraksi Undang Panglima TNI, Dalam Memperingati G30S/PKI

oleh -169 views
Jpeg

JAKARTA, beritalima.com – Fraksi PKS DPR RI gelar seminar bertemakan “Pancasila dan Integrasi Bangsa”. Pada kesempatan itu, hadir Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Presiden PKS Shohibul Iman, Mahfud MD, Taufik Ismail, dan Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid.

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini dalam sambutannya mengatakan, bahwa seminar ini diselenggarakan dalam rangka memperingati peristiwa G30S/PKI sekaligus peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober.

Tujuannya, kata Jazuli, untuk mengokohkan nasionalisme dan patriotisme generasi bangsa melalui pemaknaan atas peristiwa sejarah bangsa. Agar ada ketersambungan sejarah perjuangan bangsa dari masa ke masa. Bahwa bangsa ini dibangun dengan pengorbanan yang begitu besar dari para pahlawan dan generasi sebelumnya.


“Generasi bangsa saat ini, terutama generasi mudanya, sangat penting mempelajari dan memahami sejarah bangsa. Kata Bung Karno “Jas merah”, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Setelah mempelajari diharapkan bisa menghargai lalu mewarisi semangat dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan,” ungkap Jazuli dalam keterangan tertulis, Rabu (27/9/2017).

Menurut anggota Komisi I ini, tema yang diangkat dalam seminar relevan dengan momentum peristiwa sejarah kelam pengkhianatan G30S/PKI dikaitkan dengan eksistensi NKRI dan Pancasila sebagai Dasar Negara.

“Seminar ini untuk mengingatkan rakyat Indonesia agar lebih mencintai Pancasila dan NKRI, mengamalkan nilai-nilainya secara konsekuen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di samping itu juga agar kita tetap waspada terhadap segala upaya yang ingin memecah belah bangsa,” terangnya.

Menurut Jazuli Juwaini, semua bentuk pengkhianatan dan ancaman terhadap Pancasila dan NKRI di masa lalu harus menjadi pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia. Jangan mau di adu domba, sebaliknya terus jalin persatuan dan kesatuan dengan sesama komponen bangsa.

“Cukup peristiwa itu terjadi di masa lalu dan jangan pernah terulang di masa kini. Kita tetap waspada dan terus menjalin persatuan dan kesatuan dengan sesama komponen bangsa utamanya dengan pemerintah dan aparat pertahanan dan keamanan (TNI/Polri),” pungkas Jazuli.

Lebih lanjut, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menjadi pembicara dalam diskusi peringatan1 G30S/PKI yang digelar FPKS. Jenderal Gatot bicara banyak hal, dari Pancasila hingga keturunan PKI.com Jenderal Gatot pun bicara soal sifat bangsa yang patriotik.
“Bicara soal masa lalu dan bagaimana bangsa Indonesia menyikapinya saat ini. Kalau kita lihat G30S/PKI, dendam yang luar biasa. Tapi begitu selesai, tidak,” ujar Gatot di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Namun menurut Gatot, bangsa Indonesia saat ini sudah cukup dewasa, lalu memberi contoh ada keturunan PKI yang kini duduk di parlemen. Buktinya jelas, siapa yang berkubu, aku bangga sebagai anak PKI. Orangnya ada di sini, ya kan? Masuk parlemen ya, diapa-apakan nggak sama umat muslim? Diapa-apakan nggak? Tidak,” tutur Gatot.

“Karena yang besar mengayomi yang kecil. Itu kan perorangan, kalau sudah ada kelompok, itu membahayakan, cegah,” imbuh Gatot.

Sebelumnya, eks Ketua MK Mahfud MD pernah berbicara hal serupa seperti Gatot. Mahfud mengatakan sudah saatnya bangsa Indonesia menatap ke depan dan tak mengungkit masa lalu, termasuk tragedi 1965. Mahfud melanjutkan sudah banyak keturunan anggota PKI yang bekerja kantoran, menjadi anggota DPR, ataupun menjadi PNS.

“Tidak ada gunanya juga,wong sekarang ini sudah rukun. Keturunan PKI sekarang sudah bisa kerja di kantor-kantor dan tidak diganggu-ganggu. Orang mau kerja nggak dilihat KTP-mu apa. Sekarang sudah bisa jadi anggota DPR, pegawai negeri, dan sebagainya. Ngapain mau ribut-ribut lagi,” kata Mahfud MD kepada wartawan. dedy mulyadi