Kisah Pilu Jainur Dapat Simpati Kapolsek dan Facebooker di Situbondo

  • Whatsapp

SITUBONDO, beritalima.com – Setelah beredar kabar melalui pemberitaan beberapa Media cetak. media sosial dan online yang salah satunya di beritalima.com tentang Kisah hidup Jainur Rifan (7) warga Kp. Ranu rejo, RT 03 RW 02 Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo, yang di tinggal kedua orang tuanya sejak umur 2 tahun serta terancam putus sekolah, dan tinggal di gubuk reot bersama nenek dan kakeknya yang sudah renta, kini mengundang banyak orang yang berprihatin dan ber Empati.

Seperti yang terlihat siang ini Rabu (23/11) Kapolsek Banyuputih AKP Bakhtiar bersama anggota Polsek melaksanakan bakti sosial memberikan bantuan kepada anak sekolah dasar yang tidak mampu untuk bersekolah dikarenakan keterbatasan biaya, Kapolsek mengatakan kegiatan bakti sosial sebenarnya adalah kegiatan rutin yang dilakukan jajaran Polsek Banyuputih di semua wilayah kecamatan Hukum Banyuputih.

“Kegiatan seperti ini merupakan program baksos polsek banyuputih, berbagi kasih dengan sesama, harapan kami adik Jainur bisa terus melanjutkan sekolah sehingga tidak ada lagi warga masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan dengan baik,”Ujar AKP Bakhtiar.

Bersama-sama para Kanit Polsek Banyuputih dan Bhabinkamtibmas, AKP Bakhtiar meneyerahkan bantuan berupa pearalatan sekolah berupa alat tulis, tas dan sepatu dan sedikit bantuan uang sebagai biaya meneruskan sekolah kepada salah satu anak yang tinggal bersama neneknya di desa Sumberanyar kecamatan Banyuputih.

“Kami juga berkomitmen agar anak harus sekolah karena mereka aset sekaligus penerus bangsa, insyaALLAH nanti sore ibu-ibu Bhayangkari juga akan berkunjung ke sini,” kata Kapolsek

Sementara itu kisah tentang Jainur juga menggugah para Nitizen, seperti para Facebooker yang tergabung di group Facebook Info Warga Situbondo (IWS) penggagas IWS Teddy pramono mangatakan setelah membaca kisah hidup jainur dijejaring sosial dan berita online, bersama dengan ribuan anggota IWS lainnya akan melakukan gerakan “SUPER 2000” yang nanti hasil dari penggalangan dana akan diserahkan langsung ke Nenek Jainur.

“kami memulai gerakan ini karena murni untuk kegiatan sosial, dan di IWS sendiri, kami bukan membuang waktu dengan bersosmed ria, akan tetapi kami juga peduli dengan kota kami Situbondo,” kata Teddy.

(**/JOE)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *