Jakarta, beritalima.com|- Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) siap berkolaborasi dengan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dalam menyukseskan rangkaian penyelenggaraan Waisak Nasional Indonesia 2026 di Candi Borobudur, Magelang (Jawa Tengah). Sinergi ini diproyeksikan mampu membangkitkan ekonomi kreatif dari daerah.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan, komitmen bersama bisa dimulai dari promosi digital, penguatan ekosistem di kawasan ekonomi khusus, hingga optimalisasi multiplier effect dari rangkaian kegiatan Waisak Nasional Indonesia 2026.
“Tugas Kementerian Ekraf itu tentu mendukung Intellectual Property (IP) event seperti penyelenggaraan Waisak Nasional yang IP-nya punya impact komersialisasi dengan multiplier effect hingga ke tingkat internasional. Hal ini sejalan dengan Key Performance Index (KPI) kementerian atau mandat dari Presiden Prabowo terkait laju pertumbuhan PDB, ekspor, tenaga kerja, dan investasi,” ucap Menteri Ekraf di Jakarta (30/4).
Teuku Riefky juga mendorong perlunya kolaborasi bersama konten kreator sekaligus pemanfaatan sosial media untuk memperluas jangkauan promosi perayaan besar hari keagamaan di Candi Borobudur.
“Sehingga gaung kegiatan skala nasional ini semakin luas, baik di dalam negeri maupun internasional. Bisa koordinasi juga dengan tim humas Kementerian Ekraf untuk membantu perkuat positioning IP event ini melalui media publikasi dari tiap rangkaiannya,” tambahnya.
Rangkaian perayaan Waisak berlangsung selama Mei 2026, mulai dari pembersihan Taman Makam Pahlawan di seluruh Indonesia (3 Mei), bakti sosial kesehatan (23-24 Mei), prosesi dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur hingga pelepasan lentera perdamaian (31 Mei), dan beberapa aktivitas menarik lainnya.
“Selama lebih dari 30 tahun, kami melakukan kegiatan Perayaan Waisak. Kedatangan kami tentu untuk minta kehadiran Menteri Ekraf datang ke rangkaian Perayaan Waisak tahun ini. Target kami bakal ada sekitar 250 ribu orang yang datang dari seluruh dunia untuk menyaksikan eventnya. Apalagi Perayaan Waisak Nasional akan menjadi momen berharga dengan dampak ekonomi bagi daerah Magelang dan sekitar,” ujar Wakil Ketua Panitia, Karuna Murdaya.
Karuna Murdaya menjelaskan, kegiatan ini tak hanya fokus pada aspek religius, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Sebab kegiatan akan serentak diadakan di 55 kota untuk 21 provinsi termasuk bakti sosial dan layanan kesehatan gratis yang siap menjangkau 10.000 masyarakat.
“Kami ingin Kementerian Ekraf juga turut mempromosikan event yang diadakan di seven wonders of the ancient world, Candi Borobudur. Kami juga mengundang semua influencer dan konten kreator untuk datang ke event spektakuler karena banyak kegiatan menarik berbasis storytelling sehingga memberi kesempatan bagus to raise profile and also get partnership with companies to support culture and tourism in Central Java,” papar Karuna Murdaya, didampingi beberapa perwakilan Walubi, Dewan Penasehat Prajna Murdaya, Sekjen YM Bhante Kamsai, Pelaksana Harian YM Bhante Srivisarn, Romo Asun, dan jajaran panitia Waisak lain.
Jurnalis: abri/rendy








