beritalima.com

Makmur Dengan Budidaya Jamur Hingga Olahan Istimewa

  • Whatsapp

SUMENEP, beritalima.com| Rumah produksi Wirausaha Muda Sumenep selalu ramai setiap hari karena ratusan calon Pengusaha muda sedang giat mengikuti pelatihan yang dihelat oleh Pusat Inkubator Wirausaha Sumenep (PIWS) STKIP PGRI Sumenep.

beritalima.com

Pantauan media ini, berbagai macam usaha untuk tahun 2019 ini terdiri dari banyak segmen. Mulai dari perbengkelan, CNC Router, konveksi, cathering, percetakan, budi daya jamur dan lebah madu, pembibitan buah, aneka camilan dan aneka minuman. Tidak hanya itu, ada segmentasi dengan prioritas warga kepulauan, seperti penangkapan Rajungan Kerapu, Gurita, Udang Vannamei, dan Gurami.

Untuk diketahui, Pusat Inkubator Wirausaha Sumenep (PIWS) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Sumenep telah mendapat kepercayaan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mencetak para pengusaha muda, senantiasa terus membaca peluang bisnis sesuai dengan perkembangan pasar, sehingga kehadiran PIWS diharapkan mampu mengurangi pengangguran di Kabupaten Sumenep.

Salah satu bidang usaha yang digeluti peserta Wirausaha Muda Sumenep (WMS) ialah jamur tiram. Usaha tersebut terus menunjukkan adanya perkembangan dari hari ke hari.

Jamur tiram yang dibudidayakan oleh generasi muda didikan dan binaan Pusat Inkubator Wirausaha STKIP PGRI (PIWS) Sumenep, Jawa Timur itu tidak hanya dijual dalam keadaan mentah. Namun juga diolah jadi aneka macam makanan.

Direktur Pusat Inkubator Wirausaha STKIP PGRI (PIWS) Sumenep, Jawa Timur, Khairul Asiah mengungkapkan, beberapa aneka makanan berbahan baku jamur hasil produksi WMS di antaranya nasi goreng jamur, fitza jamur, resoles jamur, dan sejumlah camelan jamur lainnya.

Dia menuturkan, jamur tiram yang dibudidayakan oleh peserta WMS bisa dipanen tiap dua atau tiga hari sekali. Dalam satu kali panen, jamur yang dihasilkan bisa mencapai antara 6 sampai 10 kilo.

Jika dijual mentah, hasil produksi jamur WMS bisa mencapai Rp 20.000 ribu per kilo. Namun harga tersebut bisa berkali-kali lipat jika dijual dalam bentuk olahan siap makan.

Untuk itu, dia berharap ke depan usaha jamur WMS terus mengalami peningkatan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Termasuk hasil olahannya. “Kami juga berharap, olahan berbahan jamur ini lebih diminati lagi oleh masyarakat. Karena selain enak, jamur ini juga menyehatkan,” pungkas Khairul Asiah.

(An)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *