beritalima.com

Masa Sulit Pandemi, Leasing Ini Masih Gunakan Debtcolektor Tarik Kendaraan

  • Whatsapp
Foto: Salah satu nasabah yang menunjukkan Kantor leasing ACC Jember (Abi/beritalima.com)

JEMBER, beritalima.com – Ditengah musim pandemi covid-19 pihak leasing dan pembiayaannya (pihak ke 3) masih tetap beroperasi.

Salah satunya dialami oleh Kayan Subagia warga Bali Banjar Dinas Werdhi Kosala, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, yang terkena imbas dari pihak ke 3 yang dibiayai oleh perusahaan atau leasing.

beritalima.com

Bacaan Lainnya

Kayan Subagia salah satu debitur Leasing Acc finance mengatakan, saya sudah mengajukan program keringanan angsuran untuk pandemi covid-19 yang ada di aplikasi secara online.

“Program ini malah tidak mengurangi beban namun malah membesar”, ucapnya

Kayan menambahkan diwaktu keterlambatan saya yang 4 bulan, saat itu saya dimintai tolong mengantarkan tetangga ke rumah sakit jember, setelah arah pulang tepatnya di daerah Garahan tiba-tiba mobil saya dihadang oleh 4 orang. Selasa, (30/7/2020).

“Mobil saya diberhentikan oleh 4 orang dengan tubuh besar-besar, dan saya digiring ke kantor Acc finance, tiba-tiba saya diminta STNK mobil dan KTP saya dengan alasan mau dicocokan”, cetusnya

Masih lanjut Kayan, akan tetapi dari situ saya malah disuruh pulang, mobil ditahan kalau tidak melunasi kekurangan angsuran selama 4 bulan ditambah 1 bulan berikutnya dengan total sebesar Rp 15,9 juta dan ditambah biaya tarik sebesar Rp 15 juta jadi total keseluruhan sebesar Rp kurang lebih Rp 31 juta.

“Saya tidak menyangka dari situ mobil disita dengan dalih dititipkan dan disuruh melunasi tunggakan dideadline sebelum tanggal 17 Juni”, ucapnya

Padahal saya berniatan baik dan setuju untuk melunasi keterlambatan 4bulan ditambah 1bulan.

Pada hari Selasa, (7/7/2020) saya mendatangi kantor ACC Finance di Jember untuk minta keringan ternyata tidak bisa tetap harus bayar segitu,

“sama pegawai ACC Jember tidak bisa mengambil kebijakan semua yang ngambil kebijakan ada di kantor ACC Bali dan diteleponkan pegawai ACC Bali yang bernama Ali”,tambahnya lagi.

Melalui sambungan telepon seluler Ali pihak ACC finance Bali mengatakan tetap harus membayar segitu agar bisa keluar mobil yang ditahan, “harus melunasi 5 angsuran ditambah biaya tarik sebesar Rp 15 juta

“Selanjutnya angsuran akan kembali normal pada bulan berikutnya”,bebernya lewat sambunga telepon seluler.

Senada dengan Ali, Ahmad pihak dari ACC Jember mengatakan, tidak bisa, harus dibayar plus biaya tarik sebesar 15juta jadi total keseluruhan 31juta mobil bisa keluar. (Abi)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait