Miris Sebelum dilakukan Pembongkaran Pasar Ikan, Warga sempat Minta Penangguhan Hingga Usai UN

  • Whatsapp
www.beritalima.com

Jakarta, Beritalima.com-\r\nMiris sebelum dilakukan pembongkaran oleh Pemprov DKI Jakarta, Warga Pasar ikan dan akuarium yang terletak Kawasan Kampung Luar Batang ternyata sempat meminta pemerintah setempat lurah dan Camat Penjaringan untuk dilakukan penangguhan.\r\n\r\nHal tersebut di ungkapkan salah satu warga akuarium korban revilitasi Upi Yunita (40) lantaran banyak anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) tengah melaksanakan Ujian Nasional (UN).\r\n\r\n”Saya meminta ditangguhkan bukan berarti minta ganti rugi. Waktu itu Pak Camat Penjaringan (Abdul Khalit) bilang yang akan dibongkar hanya 8 meter dari tanggul barat dan timur. Tapi nyatanya? Tidak sesuai apa yang dilontarkan dari mulutnya sendiri,”Ungkap Yuanita.\r\n\r\nBah kan Salah Catur (35),warga yang menjadi korban perevitalisasian dan sempat tinggal di Kampung Akuarium,\u00a0 menceritakan betapa emosinya warga yang menjadi korban penggusuran hingga saat ini.\r\n\r\n”Kami semua yang tinggal dan bertahan di sini masih panas ( Masih emosi). Tapi lebih panas lagi saat penertiban lalu itu terjadi. Sedih kalau saya mengingatnya kembali bapak dan ibu sekalian,” katanya di depan rombongan MUI dan ratusan warga Kampung Luar Batang Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (10\/5\/2016).\r\n\r\nIa mengaku, sebelum penertiban Kampung Akuarium dan Pasar Ikan dilakukan, aliran air dimatikan, dan warga pun sempat mengalami kesulitan air bersih. Menurut Catur, dirinya beserta\u00a0warga Pasar Ikan dan Akuarium juga mengalami intimidasi atau hal yang sama.\r\n\r\n”Sebelum dibongkar air gak hidup. Jadi dimatikan begitu dan sama sekali enggak mengalir. Kami coba cek dan ricek lagi, yang mengucur dari keran air malah air asin,” terangnya.\r\n\r\nKetika Pemprov DKI mengerahkan ratusan personel gabungan penertiban dan berlangsungnya pembongkaran bangunan, diakui Catur, ayahnya nyaris tertimpa reruntuhan.\r\n\r\n”Bapak saya, kalau enggak ketahuan saya sama warga bisa mati ketimpa pak,”Katanya. (Edi)

www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *