NGO Kota Batu Minta Walikota Fokus Pada Program “Desa Berdaya Kota Berjaya”

  • Whatsapp

KOTA BATU, beritalima.com| Selama lima tahun ke depan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko lebih memilih fokus untuk mengembangkan potensi desa di Kota Batu, dan menggali potensinya dan harus dikerjakan dengan benar, apalagi Kota Batu mempunyai karakteristik kepariwisataan dan pertanian sehingga nantinya menghasilkan suatu pemberdayaan masyarakat yang berkualitas sesuai apa yang diinginkan khususnya masyarakat Kota Batu.

“Kesuksesan pemerintahan Kota Batu tidak bisa lepas dari peran serta dan dukungan masyarakat, beserta Pemerintahan Desa untuk bersinergi dalam mensukseskan program yang telah disusun Walikota. Pemkot Batu harus tetap fokus pada pengembangan dan penggalian potensi desa,” ungkap Alex Yudawan ketua Yayasan Ujung Aspal Propinsi Jawa Timur, Senin 23/09.

Bacaan Lainnya

Menurutnya ungkapan tersebut juga pernah disampaikan oleh Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko Msi saat membuka Among Tani Farm Fest 2019 yang diselenggarakan Dinas Pertanian Kota Batu di halaman parkir timur Balai Kota Among Tani, dengan menekankan misi ” Desa Berdaya Kota Berjaya” untuk mewujudkan Kota Batu sebagai sentra Agrowisata Internasional yang berkarakter yang berdaya saing menuju terwujudnya masyarakat madani.

“Ungkapan itu juga tersirat kuat di dalam pernyataan pada saat Rancangan Program Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Kota Batu, tahun 2017 – 2022 yang diajukan ke DPRD Kota Batu,” kata Alex.

Untuk itu YUA Propinsi JawaTimur yang tergabung dalam Non Govermen Organitation Kota Batu meminta dukungan masyarakat dalam mensukseskan program pemkot Batu tersebut, yang telah dicanangkan oleh Wali Kota Batu, karena dalam program ini bertujuan untuk menggali potensi Desa agar bisa memajukan sektor pariwisata Desa, pertanian, peternakan dan lainnya dan sangat menguntungkan dari sisi kesejahteraan masyarakat.

“Sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran, harus dikerjakan dengan benar, apalagi Kota Batu memiliki potensi wisata yang begitu banyak sehingga nantinya akan menghasilkan RPJMD yang berkualitas sesuai apa yang diinginkan oleh Wali Kota. Yang jelas pada saat ini kami bersama teman teman sangat mendukung program yang ingin diwujudkan itu,” terangnya.

Namun, YUA menegaskan bahwa ada satu catatan yang harus diperhatikan oleh Pemkot Batu yakni terkait pembangunan Kereta Gantung (Cable Car). Gabungan NGO Kota Batu tersebut benar benar menolak keras.

“Kami para NGO Kota Batu, menolak soal pembangunan kereta gantung, dan belum saatnya untuk Kota Batu, karena masih banyak yang perlu dipertimbangkan dari segala segi aspek, juga pada saat ini masyarakat Kota Batu, belum membutuhkan kereta gantung ( Cable Car ), dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan DPRD lewat fraksi fraksi terkait permasalahan itu,” tandasnya. [red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *